PROFESI-UNM.COM – Penggunaan produk perawatan wajah atau skincare semakin menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa. Tidak hanya bertujuan menjaga penampilan, perawatan wajah kini juga sebagai upaya menjaga kesehatan kulit dari berbagai masalah seperti jerawat, kulit kusam, hingga iritasi akibat paparan sinar matahari dan polusi.
Skincare merupakan rangkaian pemakaian produk untuk merawat dan melindungi kulit. Tahap perawatan ini umumnya melalui beberapa tahapan, mulai dari membersihkan wajah, menggunakan pelembap, hingga mengaplikasikan tabir surya (sunscreen).
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit, penggunaan skincare menjadi semakin populer di berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Kulit wajah menjadi bagian tubuh yang paling sering terpapar faktor eksternal seperti debu, asap kendaraan, serta sinar ultraviolet.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut dapat memicu berbagai permasalahan kulit apabila tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kesehatan kulit wajah menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan kulit sejak dini.
Perawatan Wajah Melalui Skincare
Dalam dunia perawatan wajah, terdapat berbagai jenis produk yang memiliki fungsi berbeda. Pembersih wajah (facial wash) digunakan untuk mengangkat kotoran dan minyak pada kulit. Toner membantu membersihkan sisa kotoran sekaligus mempersiapkan kulit menerima produk berikutnya. Serum berfungsi memberikan perawatan spesifik sesuai kebutuhan kulit, sementara pelembap membantu menjaga kadar air agar kulit tetap terhidrasi.
Salah satu produk yang penting dalam rutinitas perawatan wajah adalah tabir surya atau sunscreen. Produk ini berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga meningkatkan risiko kerusakan kulit. Penggunaan sunscreen secara rutin dalam aktivitas luar maupun di dalam ruangan.
Meski demikian, penggunaan skincare perlu sesuai dengan jenis dan kondisi kulit masing-masing. Kulit berminyak, kering, sensitif, maupun kombinasi memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda. Pemilihan produk yang tidak sesuai berpotensi menyebabkan iritasi atau memperparah masalah kulit yang sudah ada.
Perkembangan media sosial turut memengaruhi meningkatnya minat masyarakat terhadap skincare. Berbagai informasi mengenai kandungan produk, tips perawatan, hingga rekomendasi penggunaan juga bisa melalui platform digital. Namun, pengguna juga perlu lebih selektif dalam menerima informasi agar tidak terjebak pada tren yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan kulit mereka.
Dengan pemahaman yang tepat mengenai fungsi dan penggunaan skincare, mahasiswa dapat menjaga kesehatan kulit wajah secara lebih optimal. Perawatan wajah secara konsisten dan sesuai kebutuhan tidak hanya membantu meningkatkan kepercayaan diri, tetapi juga mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang.(*)
*Reporter: Nur Syakika







