PROFESI-UNM.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Peduli HIV/AIDS dan NAPZA (Maphan) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk bergabung melalui kegiatan Pendidikan Dasar (PEN-4) ke-XXIII. Kegiatan tahap indoor ini berlangsung di lingkungan kampus UNM, Jumat hingga Ahad (10-12/4).
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring anggota baru yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu kesehatan sosial. Fokus utamanya adalah membentuk mahasiswa sebagai agen edukasi, advokasi, dan perubahan, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Ketua Panitia, Adnan Pratama, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada pelaksanaan tahun ini. Menurutnya, kurikulum PEN-4 ke-XXIII lebih menekankan pada penguatan praktik lapangan serta pengembangan kemampuan komunikasi bagi para calon anggota.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tahun ini kami lebih menekankan pada penguatan praktik lapangan, pendekatan edukasi berbasis kasus nyata, serta peningkatan soft skill seperti public speaking dan advokasi,” jelasnya.
UKM MAPHAN Gelar PEN-4 ke-XXIII
Adnan juga menyebutkan bahwa antusiasme mahasiswa sangat diharapkan, mengingat kuota yang disediakan mencapai 100 peserta. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari seleksi berkas hingga pengukuhan, dilakukan secara sistematis untuk memastikan kualitas kader yang militan.
“Rangkaian kegiatannya meliputi pendaftaran, seleksi berkas, wawancara, hingga tahap indoor untuk pembekalan materi dan outdoor untuk praktik lapangan,” tambah Adnan.
Materi yang diberikan dalam tahap indoor terbilang sangat komprehensif, mencakup pemahaman mendalam mengenai NAPZA, HIV/AIDS, kesehatan reproduksi, hingga teknik konselor sebaya. Adnan menegaskan bahwa seluruh proses pendidikan ini, seluruh mahasiswa dapat mengikutinya dari berbagai jurusan di UNM.
“UKM ini terbuka untuk seluruh mahasiswa UNM tanpa batasan jurusan. Menariknya, untuk mengikuti kegiatan PEN-4 ini, peserta tidak ada pungutan biaya sepeser pun atau gratis,” tegasnya.
Di akhir wawancara, Adnan memberikan pesan penyemangat bagi mahasiswa yang masih ragu untuk bergabung. Ia berharap para peserta yang lolos nantinya dapat menjadi anggota yang bertanggung jawab dan berkontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat.
“Jangan takut mencoba Open recruitment adalah kesempatan untuk berkembang dan memperluas relasi. Keraguan itu wajar, tapi jangan sampai menghalangi peluangmu untuk maju,” pungkasnya.(*)
*Reporter: Muh Apdal Adriansyah







