PROFESI-UNM.COM – Himpunan Pelajar Mahasiswa Gowa (Hipma Gowa) Komisariat Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) dan diskusi film dokumenter “Pesta Babi” di Asrama HIPMA Gowa pada Sabtu malam, (16/5).
Pembukaan kegiatan ini dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya Stanza 3, kemudian dengan mengumandangkan Mars HIPMA Gowa untuk membakar semangat kedaerahan dan nasionalisme para kader yang hadir.
Agenda ini memantik antusiasme yang luar biasa dari kalangan mahasiswa. Tercatat, lebih dari 50 kader memadati lokasi pemutaran film. Kehadiran massa yang masif ini merefleksikan tingginya rasa penasaran serta kepedulian generasi muda hari ini terhadap isu-isu marginal, khususnya mengenai dinamika sosial dan dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah berlangsung di tanah Papua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Film “Pesta Babi” sendiri menjadi pemantik utama karena memotret realitas kultural sekaligus benturan ruang hidup masyarakat adat Papua di tengah derasnya arus pembangunan. Selepas pemutaran film, acara bberlanjut dengan konsep diskusi terbuka yang unik. Tidak ada pemantik tunggal dalam forum ini; seluruh peserta yang hadir memegang peran setara sebagai pemantik diskusi, menciptakan ruang dialektika yang aktif, kritis, dan cair dari berbagai sudut pandang kader.
Hipma Gowa Komisariat UNM Gelar Nobar Film Pesta Babi
Ketua Umum HIPMA Gowa Komisariat UNM, Ashlam Taufik, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul biasa, melainkan sebuah respons atas panggilan moral dan akademik mahasiswa sebagai agen perubahan.
“Kami terpanggil secara intelektual dan nurani untuk bagaimana kita sadar dengan apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di Papua,” ujar Ashlam di sela-sela kegiatan.
Ashlam juga berharap lewat visualisasi dan ruang diskusi yang dihadirkan dalam nobar ini, kepekaan sosial para kader bisa lebih terasah dalam melihat ketimpangan ekologis dan kemanusiaan.
“Semoga dengan kegiatan nobar kali ini, dapat memantik dan menggugah sanubari kader untuk lebih peduli kepada lingkungan sekitar. Selain itu, peduli terhadap isu-isu kemanusiaan secara luas,” kuncinya. (*)
*Reporter: Yusri Saputra







