PROFESI-UNM.COM – Iffah Muthmainnah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), kembali terpilih mewakili program studinya dalam pemilihan mahasiswa berprestasi (mapres) tingkat fakultas. Ini merupakan kali kedua ia mengikuti ajang tersebut setelah sebelumnya menempati posisi terbaik kedua di tingkat program studi.
Tahun sebelumnya Iffah Muthmainnah telah mengikuti pemilihan mahasiswa berprestasi dan berhasil menempati posisi terbaik 2 prodi. Tahun ini ia kembali mendaftar dengan harapan ingin menjadi terbaik fakultas.
Dalam wawancaranya, mahasiswa yang akrab dipanggil Iffah ini menjelaskan alasan ikut pemilihan mahasiswa berprestasi. Ia menjelaskan bahwa ia ingin memanfaatkan kesempatannya sebagai mahasiswa untuk berkegiatan positif seperti melatih skil, pengalaman, dan relasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mau memanfaatkan privilege sebagai mahasiswa. Soalnya tahun depan kan udah mau fokus skripsian. Lagi pula Mapres juga kegiatan positif yang bisa melatih skill, dapat pengalaman, dan dapat relasi juga,” jelasnya.
Meskipun merasa senang karena diberi kesempatan kedua untuk merasakan mapres prodi, Iffah mengaku terdapat beban moral tersendiri dalam mengemban kesempatan tersebut.
“Saya merasa senang karena diberi kesempatan kedua untuk merasakan jadi mapres prodi. Walaupun terdapat beban moral, saya harus tetap menerima konsekuensi apapun nanti nanti ke depannya,” ungkapnya.
Tidak berhenti di situ, mahasiswa asal Barru ini membeberkan orang yang mendukungnya dalam pemilihan mahasiswa berprestasi ini. Baginya, orang yang paling mendukung ia adalah sosok Kepala Program Studi (Kaprodi) yang telah memberikannha kesempatan.
“Orang yang mendukung saya ke mapres ini adalah tentunya kaprodi, karena beliau yang memberi saya kesempatan untuk mewakili prodi ke fakultas,” ucapnya melalui pesan suara, (23/03).
Terakhir, Iffah memberikan harapan terhadap dirinya dan semua orang yang tengah mengikuti pemilihan mahasiswa berprestasi. Ia berharap agar semua orang tidak mudah menyerah karena setiap proses ada hikmahnya.
“Harapanku terhadap saya dan teman-teman yang sedang berjuang adalah jangan menyerah karena setiap proses itu akan ada kebaikannya,” harapnya. (*)
*Reporter: St. Masyita Rahmi







