PROFESI-UNM.COM – Rasa minder sering kali menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam perkuliahan. Tidak jarang, mahasiswa merasa takut ketika ingin bertanya atau mengemukakan pendapat pada saat dosen atau teman menyampaikan materi. Padahal, keaktifan di kelas memberikan banyak manfaat, baik secara akademis maupun sosial.
Keberanian untuk aktif akan mendorong mahasiswa lebih memahami materi kuliah, mengasah kemampuan komunikasi, hingga berpotensi mendapatkan penilaian tambahan dari dosen. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa keberhasilan merupakan hasil dari kesalahan yang diperbaiki, mahasiswa perlu berani mencoba agar tidak terus terjebak dalam rasa takut.
Salah satu kunci menjadi mahasiswa aktif adalah dengan memperbanyak literasi dari berbagai sumber. Tidak hanya mengandalkan penjelasan dosen, mahasiswa perlu membaca referensi tambahan agar lebih memahami materi. Dengan demikian, diskusi dan pertanyaan yang diajukan akan lebih berbobot dan relevan dengan topik perkuliahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, mahasiswa dapat menuliskan terlebih dahulu pertanyaan atau pendapat yang ingin disampaikan setelah pemaparan materi selesai. Langkah ini membantu meningkatkan kejelasan dalam berargumen serta mengurangi rasa grogi. Diskusi awal bersama teman juga bisa menjadi latihan sebelum menyampaikan pendapat di kelas.
Kepercayaan diri juga menjadi faktor penting. Dengan menguasai materi dan berani menjawab pertanyaan, mahasiswa akan terbiasa tampil di depan umum. Presentasi kelompok misalnya, dapat menjadi sarana untuk melatih keberanian sekaligus menunjukkan penguasaan materi.
Hal yang tidak kalah penting adalah mendengarkan dengan seksama penjelasan dosen maupun presentasi teman. Sikap ini tidak hanya menunjukkan rasa hormat, tetapi juga memicu munculnya pertanyaan kritis yang dapat diajukan setelah materi disampaikan. Sebaliknya, kebiasaan tidak fokus, mengobrol, atau bermain gawai hanya akan menghambat kesempatan untuk berkembang.
Melalui kebiasaan membaca, menulis pertanyaan, meningkatkan rasa percaya diri, dan mendengarkan dengan baik, mahasiswa dapat mengatasi rasa minder. Dengan begitu, mereka mampu tampil lebih aktif, kritis, dan siap menjadi generasi akademik yang berdaya saing tinggi. (*)
*Reporter: Hafid Budiawan







