Dari Membaca hingga Percaya Diri, Kunci Mahasiswa Aktif di Perkuliahan

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 26 September 2025 - 13:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mahasiswa yang aktif di kelas, (Foto: AI)

Ilustrasi mahasiswa yang aktif di kelas, (Foto: AI)

PROFESI-UNM.COM – Rasa minder sering kali menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam perkuliahan. Tidak jarang, mahasiswa merasa takut ketika ingin bertanya atau mengemukakan pendapat pada saat dosen atau teman menyampaikan materi. Padahal, keaktifan di kelas memberikan banyak manfaat, baik secara akademis maupun sosial.

Keberanian untuk aktif akan mendorong mahasiswa lebih memahami materi kuliah, mengasah kemampuan komunikasi, hingga berpotensi mendapatkan penilaian tambahan dari dosen. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa keberhasilan merupakan hasil dari kesalahan yang diperbaiki, mahasiswa perlu berani mencoba agar tidak terus terjebak dalam rasa takut.

Salah satu kunci menjadi mahasiswa aktif adalah dengan memperbanyak literasi dari berbagai sumber. Tidak hanya mengandalkan penjelasan dosen, mahasiswa perlu membaca referensi tambahan agar lebih memahami materi. Dengan demikian, diskusi dan pertanyaan yang diajukan akan lebih berbobot dan relevan dengan topik perkuliahan.

Selain itu, mahasiswa dapat menuliskan terlebih dahulu pertanyaan atau pendapat yang ingin disampaikan setelah pemaparan materi selesai. Langkah ini membantu meningkatkan kejelasan dalam berargumen serta mengurangi rasa grogi. Diskusi awal bersama teman juga bisa menjadi latihan sebelum menyampaikan pendapat di kelas.

Kepercayaan diri juga menjadi faktor penting. Dengan menguasai materi dan berani menjawab pertanyaan, mahasiswa akan terbiasa tampil di depan umum. Presentasi kelompok misalnya, dapat menjadi sarana untuk melatih keberanian sekaligus menunjukkan penguasaan materi.

Baca Juga Berita :  Risiko Kelelahan Mata dan Gangguan Tidur pada Era Digital

Hal yang tidak kalah penting adalah mendengarkan dengan seksama penjelasan dosen maupun presentasi teman. Sikap ini tidak hanya menunjukkan rasa hormat, tetapi juga memicu munculnya pertanyaan kritis yang dapat diajukan setelah materi disampaikan. Sebaliknya, kebiasaan tidak fokus, mengobrol, atau bermain gawai hanya akan menghambat kesempatan untuk berkembang.

Melalui kebiasaan membaca, menulis pertanyaan, meningkatkan rasa percaya diri, dan mendengarkan dengan baik, mahasiswa dapat mengatasi rasa minder. Dengan begitu, mereka mampu tampil lebih aktif, kritis, dan siap menjadi generasi akademik yang berdaya saing tinggi. (*)

*Reporter: Hafid Budiawan

Berita Terkait

Kesehatan Mental Jadi Fondasi Mahasiswa Menghadapi Tantangan Akademik
Menilik Sejarah Moto Profesi Lewat Sumbangsih Ide Dekan FBS
Badai Rezim Orde Baru Jadi Salah Satu Dinamika Pasang Surut Buletin LPM Profesi
Mengisi Waktu Libur dengan Aktivitas yang Bermanfaat
Mengenal UKT dan IPI, Dua Skema Biaya Pendidikan Perguruan Tinggi di Indonesia
Libur Semester Waktu Tepat untuk Upgrade Diri
Kerja Paruh Waktu Jadi Solusi Finansial Mahasiswa
Mahasiswa dan Kebiasaan Begadang Menjelang Deadline Pengumpulan Tugas
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:44 WITA

Kesehatan Mental Jadi Fondasi Mahasiswa Menghadapi Tantangan Akademik

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:20 WITA

Menilik Sejarah Moto Profesi Lewat Sumbangsih Ide Dekan FBS

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:17 WITA

Badai Rezim Orde Baru Jadi Salah Satu Dinamika Pasang Surut Buletin LPM Profesi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:40 WITA

Mengisi Waktu Libur dengan Aktivitas yang Bermanfaat

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:38 WITA

Mengenal UKT dan IPI, Dua Skema Biaya Pendidikan Perguruan Tinggi di Indonesia

Berita Terbaru