FOMO Berlari Fenomena Sosial di Era Gaya Hidup Sehat

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 26 Juli 2025 - 13:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Keluarga yang sedang Olahraga Lari (Foto: Int.)

Ilustrasi Keluarga yang sedang Olahraga Lari (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COM– FOMO berlari merupakan fenomena sosial yang berkembang pesat di kalangan masyarakat urban, terutama generasi muda, sebagai respons terhadap tren gaya hidup sehat dan pencitraan sosial di media digital. Istilah FOMO sendiri adalah akronim dari Fear of Missing Out, yang merujuk pada rasa takut tertinggal dari tren atau aktivitas populer yang dilakukan oleh orang lain.

Dalam konteks ini, FOMO berlari merujuk pada kecenderungan individu untuk ikut serta dalam aktivitas lari, baik di komunitas lari, event maraton, maupun sekadar lari santai (jogging), bukan semata-mata karena motivasi kesehatan, melainkan karena dorongan sosial dan kebutuhan eksistensi di ruang digital. Foto-foto hasil lari dengan jarak tertentu, postingan waktu tempuh, hingga tampilan atribut olahraga yang trendy menjadi pemicu utama maraknya fenomena ini.

Fenomena ini semakin marak dengan meningkatnya popularitas aplikasi lari seperti Strava, Nike Run Club, atau Garmin Connect yang memungkinkan para pelari membagikan aktivitas mereka secara real-time. Fitur berbagi hasil lari ini mendorong munculnya semacam “kompetisi sosial”, di mana pengguna merasa perlu tampil aktif dan produktif untuk mendapatkan validasi berupa likes atau komentar di media sosial.

Selain itu, meningkatnya jumlah event lari yang bersifat publik seperti fun run, charity run, hingga marathon series di berbagai kota besar turut menjadi pemicu utama. Banyak peserta yang mengikuti lomba bukan karena latihan atau persiapan serius, melainkan karena ingin tampil sebagai bagian dari komunitas yang terlihat aktif dan sehat.

Meski demikian, fenomena FOMO berlari juga memiliki dampak positif. Banyak individu yang awalnya hanya ikut-ikutan, kemudian justru menjadikan lari sebagai kebiasaan rutin yang sehat. Di sisi lain, ada pula risiko yang perlu diwaspadai, seperti kelelahan fisik akibat latihan yang tidak sesuai kapasitas tubuh, cedera karena pemaksaan, hingga tekanan psikologis karena perbandingan sosial yang berlebihan.

Baca Juga Berita :  Berkas yang Harus Disiapkan untuk Daftar Beasiswa Unggulan

Para ahli menyarankan agar setiap individu yang ingin memulai kegiatan berlari tetap memperhatikan aspek kesehatan, memulai dengan tujuan yang realistis, serta tidak menjadikan validasi sosial sebagai satu-satunya motivasi. Olahraga seharusnya menjadi sarana untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, bukan sekadar alat untuk eksistensi di media sosial.

Dalam dunia modern yang serba terhubung, FOMO berlari menjadi cerminan bagaimana aktivitas fisik sederhana dapat berubah menjadi simbol status, identitas, dan pencapaian sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa di balik lari yang tampak sepele, tersimpan dinamika psikologis dan sosial yang kompleks. (*)

*Reporter: Rahmadani

Berita Terkait

Kesehatan Mental Jadi Fondasi Mahasiswa Menghadapi Tantangan Akademik
Menilik Sejarah Moto Profesi Lewat Sumbangsih Ide Dekan FBS
Badai Rezim Orde Baru Jadi Salah Satu Dinamika Pasang Surut Buletin LPM Profesi
Mengisi Waktu Libur dengan Aktivitas yang Bermanfaat
Mengenal UKT dan IPI, Dua Skema Biaya Pendidikan Perguruan Tinggi di Indonesia
Libur Semester Waktu Tepat untuk Upgrade Diri
Kerja Paruh Waktu Jadi Solusi Finansial Mahasiswa
Mahasiswa dan Kebiasaan Begadang Menjelang Deadline Pengumpulan Tugas
Berita ini 260 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:44 WITA

Kesehatan Mental Jadi Fondasi Mahasiswa Menghadapi Tantangan Akademik

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:20 WITA

Menilik Sejarah Moto Profesi Lewat Sumbangsih Ide Dekan FBS

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:17 WITA

Badai Rezim Orde Baru Jadi Salah Satu Dinamika Pasang Surut Buletin LPM Profesi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:40 WITA

Mengisi Waktu Libur dengan Aktivitas yang Bermanfaat

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:38 WITA

Mengenal UKT dan IPI, Dua Skema Biaya Pendidikan Perguruan Tinggi di Indonesia

Berita Terbaru

Sampul E-TABLOID Edisi Mandiri

E-Tabloid

E-TABLOID EDISI MANDIRI 2026

Senin, 27 Jul 2026 - 18:28 WITA

Potret Momen Dies Natalis ke-65 UNM Menampilkan Kehadiran Civitas Akademika Universitas Negeri Makassar. ( Foto:Dok.Profesi)

Dies Natalies

Ketua Umum IKA Ajak Alumni Jaga Marwah Kampus

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:25 WITA

Potret Plt Rektor UNM saat Melakukan Sambutan di Acara Jalan Santai, (Foto: Musdalifah)

Dies Natalies

Plt Rektor Luncurkan Program UNM Mapaccing pada Dies Natalis ke-65

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:11 WITA

Potret Ahmad Selaku Ketua Panitia Musrum IKA JIA FEB UNM 2026 (Foto:Dok. Profesi)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Satukan Tiga Prodi, IKA JIA FEB Gelar Musyawarah Perdana

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:04 WITA

Dokumentasi Bersama Para Partisipan BIM 2026 di Desa Cikoang, (Foto: Ist.)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Bakti Ilmiah Mahasiswa 2026 Semangat Kebersamaan Pengabdian Masyarakat

Minggu, 26 Jul 2026 - 19:51 WITA