[OPINI] Menimbang Ulang Peran Mahasiswa: Antara Tuntutan Akademik dan Aktivisme Organisasi

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 27 Desember 2025 - 00:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Rahmadani, (Foto: Ist.)

Potret Rahmadani, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa sering diposisikan sebagai agen perubahan yang tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi dan kegiatan kemahasiswaan. Namun, dalam praktiknya, peran ganda ini kerap menimbulkan dilema. Tidak sedikit mahasiswa yang merasa harus memilih antara fokus pada kuliah atau terlibat dalam organisasi, seolah keduanya tidak bisa berjalan bersamaan. Pandangan ini, menurut saya, perlu ditinjau ulang secara lebih bijak.

Permasalahan utama bukan terletak pada aktivitas organisasi itu sendiri, melainkan pada cara mahasiswa mengelola prioritas dan tanggung jawabnya. Akademik tetap menjadi kewajiban utama mahasiswa, tetapi organisasi menyediakan ruang pembelajaran yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas, seperti kepemimpinan, kerja tim, dan manajemen konflik. Ketika mahasiswa gagal menyeimbangkan keduanya, sering kali hal itu disebabkan oleh kurangnya perencanaan, bukan karena terlalu aktif berorganisasi.

Baca Juga Berita :  [OPINI] : Semangat Soe Hok Gie: Masihkah Api Itu Menyala di Dada Mahasiswa

Di sisi lain, budaya kampus terkadang turut membentuk persepsi keliru. Mahasiswa aktif organisasi kerap dicap mengabaikan akademik, sementara mahasiswa yang fokus belajar dianggap kurang berkontribusi secara sosial. Dikotomi ini tidak sepenuhnya tepat. Mahasiswa seharusnya didorong untuk mengenali kapasitas dirinya, memahami batas kemampuan, serta berani mengambil keputusan yang realistis sesuai kondisi akademik dan mentalnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemampuan mengatur waktu dan menentukan skala prioritas menjadi kunci dalam menjalani peran sebagai mahasiswa. Tidak semua kegiatan organisasi harus diikuti, dan tidak semua jabatan harus diambil. Sikap selektif dan fleksibel justru menunjukkan kedewasaan dalam berpikir. Dengan manajemen waktu yang baik, dukungan lingkungan sekitar, serta kesadaran menjaga kesehatan fisik dan mental, mahasiswa dapat tetap aktif tanpa mengorbankan kualitas akademiknya.

Baca Juga Berita :  Duel Calon Dekan FIS-H UNM, Supriadi Torro dan Jumadi Melaju ke Tahap Kedua

Pada akhirnya, menimbang ulang peran mahasiswa berarti menyadari bahwa keberhasilan di bangku kuliah tidak diukur dari seberapa sibuk seseorang, melainkan dari bagaimana ia bertanggung jawab atas pilihan yang diambil. Akademik dan organisasi bukan dua kutub yang saling meniadakan. Akan tetapi, dua ruang pembelajaran yang saling melengkapi jika dijalani dengan kesadaran, komitmen, dan keseimbangan. (*)

*Penulis: Rahmadani

Berita Terkait

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 
[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi
[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis
[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.
[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan
[OPINI] Saat Pendidikan Kehilangan Mata Air Kemanusiaan: Sekolah yang Sibuk Mengukur, Tapi Lupa untuk Memeluk.
[ OPINI ] Ketika Pengabdian Guru Dijadikan Alasan untuk Membiarkan Ketidakadilan
[OPINI] Metafora Analitis Hukum Newton III dan Psikologi Kebijakan: Setiap Aksi Negara Melahirkan Reaksi Manusia
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05 WITA

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:25 WITA

[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi

Senin, 8 Juni 2026 - 20:27 WITA

[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:32 WITA

[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:12 WITA

[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan

Berita Terbaru

Potret Judul Tulisan oleh Subuhan di Buku 25 Tahun Profesi, (Foto: Ficka Aulia Khaerunnisa)

Tak Berkategori

Cerita Alumni LPM Profesi dan Obsesinya Menjadi Pelaku Sejarah

Sabtu, 4 Jul 2026 - 22:36 WITA

Potret Alumni LPM Profesi UNM, Hazairin Sitepu, (Foto: Int.)

Hari Lahir

Lima Dekade LPM Profesi, Lahirkan Jurnalis dari Masa ke Masa

Sabtu, 4 Jul 2026 - 22:32 WITA

Ilustrasi Mahasiswa yang sedang sosialisasi dengan warga, (Foto: AI.)

wiki

Hal yang Sering Menjadi Kendala Mahasiswa Saat KKN

Jumat, 3 Jul 2026 - 23:39 WITA