PROFESI-UNM.COM – Gaya hidup sedentary atau kurang gerak kini menjadi tantangan kesehatan serius bagi mahasiswa di era digital. Kebiasaan duduk terlalu lama tanpa aktivitas fisik dapat berdampak buruk pada kondisi tubuh secara keseluruhan.
Mahasiswa sering kali menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop demi menyelesaikan tugas akademik. Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat tubuh jarang bergerak dan memicu risiko kesehatan jangka panjang.
Untuk mengatasinya, mahasiswa perlu mulai menerapkan pola hidup aktif dalam rutinitas keseharian mereka. Langkah paling sederhana adalah dengan menyisihkan waktu khusus untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin.
Aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda santai di area kampus bisa menjadi pilihan yang mudah. Selain menjaga kebugaran, mengikuti kegiatan olahraga bersama teman juga dapat menambah motivasi diri.
Pengaturan waktu belajar yang bijak sangat penting untuk menghindari durasi duduk yang terlalu lama. Mahasiswa sebaiknya menerapkan jeda istirahat di sela-sela pengerjaan tugas untuk sekadar melakukan peregangan.
Melakukan peregangan otot selama beberapa menit terbukti efektif melancarkan aliran darah setelah fokus belajar. Hal ini juga mencegah kekakuan pada bagian leher dan punggung akibat posisi duduk yang statis.
Selain itu, membatasi penggunaan perangkat elektronik di luar keperluan mendesak dapat membantu mengurangi waktu layar. Dengan mengurangi screen time, mahasiswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk bergerak dan berinteraksi secara fisik.
Penerapan gaya hidup aktif ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga bagi kesehatan mental. Tubuh yang bugar akan meningkatkan konsentrasi serta produktivitas mahasiswa dalam menjalani aktivitas akademik. (*)
*Reporter: Ratna Wulandari








