PROFESI-UNM.COM – Di zaman yang semakin modern ini, penggunaan perangkat digital yang berlebihan menjadi isu kesehatan serius yang menghantui masyarakat di seluruh dunia. Perilaku ini dapat memicu berbagai masalah seperti gangguan penglihatan dan pola tidur yang tidak teratur.
Kecanduan layar atau screen time berlebih kini melanda hampir seluruh kelompok usia masyarakat. Fenomena ini memicu lonjakan kasus kelelahan mata kronis serta penurunan produktivitas kerja yang signifikan setiap harinya.
Paparan cahaya biru dari layar ponsel atau laptop secara terus-menerus terbukti dapat menghambat produksi hormon melatonin alami dalam tubuh manusia secara sistematis. Akibatnya, kualitas istirahat malam menjadi sangat buruk dan mengganggu ritme sirkadian yang penting bagi pemulihan energi tubuh secara total.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini terjadi karena kurangnya batasan waktu dalam mengakses media sosial maupun platform hiburan digital selama berjam-jam. Tanpa disadari, kebiasaan menatap layar dalam durasi lama telah menjadi jebakan gaya hidup yang merusak kesehatan fisik serta mental.
Jika kebiasaan ini terus berlanjut, risiko kesehatan seperti sindrom penglihatan komputer dan pola tidur yang tidak teratur akan semakin meningkat. Tubuh menjadi mudah lelah dan kehilangan fokus akibat fluktuasi energi yang tidak stabil selama menjalani aktivitas rutin harian.
Penting untuk mulai menerapkan aturan 20-20-20 guna memberikan waktu istirahat sejenak bagi otot-otot mata kita. Setiap dua puluh menit, alihkan pandangan sejauh 20 kaki (enam meter) selama dua puluh detik untuk meredakan ketegangan saraf mata secara efektif.
Langkah terbaik lainnya adalah dengan mengaktifkan filter cahaya biru dan membatasi penggunaan ponsel minimal satu jam sebelum tidur agar otak dapat beristirahat secara alami menuju fase istirahat yang berkualitas.
Mengatur jadwal detoks digital secara rutin juga sangat membantu dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan nyata dengan aktivitas di dunia maya. Dengan penggunaan teknologi secara bijak, kesehatan tubuh tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi kelancaran aktivitas setiap hari.(*)
*Reporter: Alyani Fajrina Nursyabri







