Risiko Kelelahan Mata dan Gangguan Tidur pada Era Digital

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 8 Maret 2026 - 00:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Penggunaan Perangkat Digital Berlebih yang Dapat Memicu Gangguan Penglihatan dan Penurunan Kualitas Tidur, (Foto: AI.)

Ilustrasi Penggunaan Perangkat Digital Berlebih yang Dapat Memicu Gangguan Penglihatan dan Penurunan Kualitas Tidur, (Foto: AI.)

PROFESI-UNM.COM – Di zaman yang semakin modern ini, penggunaan perangkat digital yang berlebihan menjadi isu kesehatan serius yang menghantui masyarakat di seluruh dunia. Perilaku ini dapat memicu berbagai masalah seperti gangguan penglihatan dan pola tidur yang tidak teratur.

Kecanduan layar atau screen time berlebih kini melanda hampir seluruh kelompok usia masyarakat. Fenomena ini memicu lonjakan kasus kelelahan mata kronis serta penurunan produktivitas kerja yang signifikan setiap harinya.

Paparan cahaya biru dari layar ponsel atau laptop secara terus-menerus terbukti dapat menghambat produksi hormon melatonin alami dalam tubuh manusia secara sistematis. Akibatnya, kualitas istirahat malam menjadi sangat buruk dan mengganggu ritme sirkadian yang penting bagi pemulihan energi tubuh secara total.

Kondisi ini terjadi karena kurangnya batasan waktu dalam mengakses media sosial maupun platform hiburan digital selama berjam-jam. Tanpa disadari, kebiasaan menatap layar dalam durasi lama telah menjadi jebakan gaya hidup yang merusak kesehatan fisik serta mental.

Jika kebiasaan ini terus berlanjut, risiko kesehatan seperti sindrom penglihatan komputer dan pola tidur yang tidak teratur akan semakin meningkat. Tubuh menjadi mudah lelah dan kehilangan fokus akibat fluktuasi energi yang tidak stabil selama menjalani aktivitas rutin harian.

Penting untuk mulai menerapkan aturan 20-20-20 guna memberikan waktu istirahat sejenak bagi otot-otot mata kita. Setiap dua puluh menit, alihkan pandangan sejauh 20 kaki (enam meter) selama dua puluh detik untuk meredakan ketegangan saraf mata secara efektif.

Baca Juga Berita :  Jelang Kuliah Perdana, Bentrok Terjadi di Kampus UNM Parangtambung

Langkah terbaik lainnya adalah dengan mengaktifkan filter cahaya biru dan membatasi penggunaan ponsel minimal satu jam sebelum tidur agar otak dapat beristirahat secara alami menuju fase istirahat yang berkualitas.

Mengatur jadwal detoks digital secara rutin juga sangat membantu dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan nyata dengan aktivitas di dunia maya. Dengan penggunaan teknologi secara bijak, kesehatan tubuh tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi kelancaran aktivitas setiap hari.(*)

*Reporter: Alyani Fajrina Nursyabri

Berita Terkait

Kebiasaan Menunda Tugas Masih Jadi Masalah Mahasiswa
Kenali Pengaruh Gaya Hidup terhadap Kesehatan yang Perlu Diketahui
Psikologi Warna dan Makna Mendalam di Balik Spektrum Visual
Mahasiswa Mulai Adaptasi Perkuliahan Pasca Lebaran
Lawan Gaya Hidup Sedentary, Ini Tips Sehat untuk Mahasiswa
Tips Masuk Perguruan Tinggi Negeri Impian
Cara Tetap Fokus Meskipun Banyak Masalah
Tips Mendapatkan IPK 4 Meskipun Ikut Organisasi

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 19:27 WITA

Kebiasaan Menunda Tugas Masih Jadi Masalah Mahasiswa

Minggu, 5 April 2026 - 18:47 WITA

Kenali Pengaruh Gaya Hidup terhadap Kesehatan yang Perlu Diketahui

Senin, 23 Maret 2026 - 00:35 WITA

Psikologi Warna dan Makna Mendalam di Balik Spektrum Visual

Senin, 23 Maret 2026 - 00:28 WITA

Mahasiswa Mulai Adaptasi Perkuliahan Pasca Lebaran

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:48 WITA

Lawan Gaya Hidup Sedentary, Ini Tips Sehat untuk Mahasiswa

Berita Terbaru

Grafik Jumlah Penelitian dan Pengabdian Perguruan Tinggi LPTK Tahun 2026, (Foto: Ist)

Universitas Negeri Makassar

Lampaui Seluruh LPTK di Indonesia, UNM Jawara Hibah BIMA 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 00:43 WITA

Foto Bersama Tim Himatik dengan Lain Ketika Kegiatan Berlangsung, (Foto: Ist)

Himatik FT UNM

Proyek Mata Kuliah Antar Tim Himatik Raih Juara 1

Senin, 27 Apr 2026 - 21:02 WITA