AI Hadirkan Suara Terakhir Profesor UNM yang Telah Tiada

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 15 Juli 2025 - 19:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret pengukuhan guru besar oleh rektor UNM, (Foto: Dok. Profesi)

Potret pengukuhan guru besar oleh rektor UNM, (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Pengukuhan profesor di Universitas Negeri Makassar (UNM) kali ini berbeda dari sebelumnya. Salah satu dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menggunakan Artificial Intelligence untuk orasi ilmiahnya.

Arsad Bahri meninggal sebelum menerima gelar guru besarnya. Acara pengukuhan berlangsung di Ballroom Teater Menara Pinisi, Senin (14/7).

Istri almarhum hadir mewakili suaminya menerima gelar guru besar. Keluarga besar dan kerabat turut menyemarakkan acara yang penuh emosi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui AI, Alm. Arsad Bahri mengucapkan terima kasih kepada keluarga. Orasi ilmiah tersebut disampaikan dengan penuh emosi di hadaan para hadirin.

Baca Juga Berita :  Asisten Bidang Perekonomian Resmi Terima Mahasiswa KKN Domisili UNM di Soppeng

“Terimakasih kepada Mama, Almarhum Bapak, terutama kepada istriku serta anakku. Cinta dan doalah yang menjadikan saya tetap hadir hari ini,” ucap Alm. Arsad Bahri.

Orasi ilmiah tersebut membuat seluruh hadirin menangis tersentuh. Keluarga hingga kerabat turut sedih mendengar pemaparan almarhum.

“Saya tidak pernah menyangka bahwa beliau akan segera dipanggil,” ucap Rektor UNM Karta Jayadi. Ia turut bersedih atas kepulangan dosen FMIPA tersebut.

Rektor memberikan apresiasi terhadap pencapaian almarhum. Ia menyoroti bagaimana sebuah ilmu dapat bertahan abadi dalam kehidupan.

Baca Juga Berita :  Pungli dan Gratifikasi Menjamur, Mahasiswa Geram

“Ini luar biasa, penemuan pertama dan perlu dipikirkan bahwa ilmu itu abadi. Prof Arsyad dapat meninggalkan kita, tapi ilmu yang diberikan jadi amal jariyah,” ucap Karta Jayadi.

Berdasarkan pencapaian yang telah diraih almarhum, rektor berharap keluarga dapat menerima takdir. Ia menyampaikan harapan tersebut dengan penuh empati kepada para hadirin.

“Saya berharap agar semua keluarga besar ya ini harus diterima,” ucapnya penuh harap.

*Reporter: St. Masyita Rahmi

Berita Terkait

Dosen PBSI UNY Soroti Peran Sastra dalam Menjaga Bahasa Ibu
Menteri Jadi Penentu, Panitia Target Pilrek UNM Selesai Desember
UNM Kembangkan Sistem Digital Terintegrasi untuk Tata Kelola Kampus
Farida Aryani Dorong Pengembangan Konseling Digital yang Inklusif di Era AI
UNM Umumkan Jadwal Pengambilan Jas Almamater Mahasiswa Baru Angkatan 2026
Guru Besar UNM Perkenalkan Teman Karier Inklusi sebagai Hasil Satu Dekade Riset
Farida Aryani Soroti Urgensi Konseling Digital bagi Kesehatan Mental Generasi Muda
Orasi Guru Besar UNM Singgung Peran Keluarga sebagai Fondasi
Berita ini 256 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:07 WITA

Dosen PBSI UNY Soroti Peran Sastra dalam Menjaga Bahasa Ibu

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:38 WITA

Menteri Jadi Penentu, Panitia Target Pilrek UNM Selesai Desember

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:37 WITA

UNM Kembangkan Sistem Digital Terintegrasi untuk Tata Kelola Kampus

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:26 WITA

Farida Aryani Dorong Pengembangan Konseling Digital yang Inklusif di Era AI

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:23 WITA

UNM Umumkan Jadwal Pengambilan Jas Almamater Mahasiswa Baru Angkatan 2026

Berita Terbaru

Foto Penyerahan Palu Sidang UKM LPM Penalaran di Rumah Adat Luwu, Benteng Somba Opu, (Foto: Ist.)

LPM Penalaran UNM

LPM Penalaran Buka Ruang Kritik untuk Benahi Kepengurusan

Minggu, 9 Agu 2026 - 16:33 WITA

Potret Andi Aslinda, Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, (Foto: Int.)

Pilrek

Rekam Jejak Kuat, WR 1 Masuk Bursa Calon Rektor

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:15 WITA

Fakultas Ilmu Pendidikan

Dekan FIP UNM Nilai Calon Rektor Harus Punya Rekam Jejak Kepemimpinan yang Baik

Minggu, 9 Agu 2026 - 02:36 WITA