PROFESI-UNM.COM – Seminar Pekan Pujangga menghadirkan Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sebagai salah satu pemateri, kegiatan ini bertempat di Ballroom Theater lantai Tiga Menara Pinisi, Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat (7/8).
Maman Suryaman mengatakan bahwa karya sastra memiliki peran dalam mempertahankan bahasa ibu yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat. Selain itu, Ia menilai sastra dapat menjadi salah satu media untuk menjaga keberadaan bahasa daerah di tengah perkembangan zaman.
“Salah satu media yang memungkinkan bisa terjaga dengan baik adalah karya sastra,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan kekayaan budaya lokal, khususnya di Sulawesi Selatan, dapat ditemukan dalam berbagai bentuk karya sastra. Maman mencontohkan sejumlah karya tradisional sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dikenal generasi muda.
“Ini ada budaya Makassar, Bugis, Mandar, Toraja yang sudah kita miliki. Ada sinrilik, ada kelong, ada kalindaqdaq,” jelasnya.
Maman juga menekankan bahwa karya sastra tidak hanya berisi cerita. Akan tetapi, dapat menggambarkan kondisi sosial dan budaya masyarakat pada zamannya. Ia mencontohkan sejumlah karya sastra yang menghadirkan persoalan kehidupan melalui karakter dan alur cerita.
“Apa yang ada di dalam cerita itu bukan sekadar kisah, bukan sekadar cerita. Dia merepresentasikan sebuah gejala budaya, gejala sosial,” tekannya.
Menurutnya, pemahaman terhadap karya sastra penting agar generasi muda tidak kehilangan hubungan dengan budaya dan bahasa yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. (*)
*Reporter: Desitha Cahya







