Mahasiswa UNM Temukan Inovasi Permen Sehat Bagi Pecandu Rokok

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 13 Januari 2018 - 08:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Empat mahasiswa UNM, yakni Paramita Indra Saputri, Fitha Armienty Lino Padang, Andika Isma, Zakiah Febriani Natsir saat memperlihatkan rancangan inovasi permen bagi pecandu rokok. (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Sejak dulu, rokok diketahui mendatangkan berbagai penyakit. Misalnya, kanker, kanker kronis, serangan jantung, impotensi, gangguan pernafasan. Akan tetapi, masalah kesehatan tersebut acap kali diabaikan bagi perokok.

Bagi mereka, berhenti mengonsumsi rokok dianggap sangat sulit. Meskipun berbahaya dan tak sedikit berujung kematian.

Tetap saja sering diabaikan bagi pecandu. Berawal dari persoalan itu, empat mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) mengembangkan permen untuk membantu mereka tetap merokok tanpa khawatir dampak bahayanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ialah Paramita Indra Saputri, dan Fitha Armienty Lino Padang dari prodi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Andika Isma asal Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi (FE) serta Zakiah Febriani Natsir dari Fakultas Psikologi (FPsi).

Agar pecandu tidak lagi was-was mengenai masalah kesehatan yang diakibatkan dari rokok, mereka diajak mengonsumsi permen berbahan dasar Rosella ini. Kata Fitha, bunga ini dipilih sebab memiliki banyak manfaat dalam mencegah berbagai masalah kesehatan.

Baca Juga Berita :  PR I UNM Keluarkan Kebijakan Dapat Mengikuti Semester Antara

Bahkan, ia bercerita jika awalnya ide tersebut didapat dari ibunya yang berhasil menurunkan berat badan dengan mengonsumsi bunga Rosella. Namun, usai diteliti, rupanya bunga ini juga bisa mengatasi dampak dari merokok. Dengan alasan itu pula, lahirlah inovasi dengan nama persela (Permen Persela).

“Berat badan Ibu saya turun 10 kg dengan minum air dari seduhan rosella lalu kami berinisiatif membuat inovasi yakni permen,” kata mahasiswa angkatan 2017 ini.

Untuk membuatnya, hal penting yang harus dikerjakan ialah mengeringkan bunga Rosella di bawah sinar matahari. Pembuatan produk ini pun tergantung dari proses pengeringan tersebut. Setelah dikeringkan, kemudian bunga tersebut di ekstrak.

Lalu masukkan bahan tambahan, seperti gula, air, serta mint. Semua bahan tersebut ditaruh ke dalam panci. Tak lupa pula, untuk menambah perwarna makanan alami.

“Setelah aduk adonan tersebut hingga merata, lalu tuang ke dalam cetakan permen setelah itu masukkan ekstrak rosella,” lanjutnya.

Kemudian, permen akan dikemas dalam bebagai kemasan. Sehingga, nantinya dikonsumsi bagi siapa saja. Namun, cemilan persela ini diprioritaskan untuk pecandu rokok.

Baca Juga Berita :  Kasubdit Akademik Belmawa Ristekdikti Bagi Tips Jadi Guru Profesional

“Produk persela yang dibuat juga akan diajukan untuk mendapatkan perijinan dari Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT),” jelasnya.

Untuk biaya produksi, permen persela menghabiskan dana sekitar sembilan juta rupiah. Permen ini akan didistribusikan ke tempat strategis dan aman dijadikan tempat penjualan. Misalnya, kampus, toko, warung kopi dan tempat penginapan.

“Modal inventaris yakni peralatan yang digunakan kurang lebih sebesar Rp 4.175.000,” tuturnya.

Inovasi ini pun diharapkan membantu masalah kesehatan akibat rokok. Promosi dan pemasaran produk persela memanfaatkan media sosial dan menjajakan langsung ke masyarakat. Free testing dilakukan bagi mahasiswa yang ingin mencoba permen ini.

“Semoga produksi pembuatan permenPersela ini berjalan dengan baik dan lancar, terlebih lagi hasil produksinya bermanfaat untuk semua masyarakat,” tutur wanita asal Toraja ini. (*)


*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi edisi 221

Berita Terkait

Mahasiswa Bahasa Jerman 2024 Jadi Mawapres Berkat Keluar dari Zona Nyaman
Mahasiswa Semester Dua JTIK Raih Juara Satu Pilmapres Fakultas Teknik
Satu Suara di Depan Menara Phinisi, Bergerak Desak Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM
Dari Proses ke Prestasi, Raih Juara Lomba Esai Sastra
Pendamping Hukum ZM Nilai JPU Mencocokkan Fakta dengan Asumsi Pribadi
Pledoi Pendamping Hukum ZM, Saksi Akui Dipaksa Aparat Kepolisian
MOOCs dan Gamifikasi untuk Meningkatkan Blended Learning
GDGoC UNM Kenalkan Komunitas Teknologi melalui Info Session
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:22 WITA

Mahasiswa Bahasa Jerman 2024 Jadi Mawapres Berkat Keluar dari Zona Nyaman

Rabu, 1 April 2026 - 21:50 WITA

Mahasiswa Semester Dua JTIK Raih Juara Satu Pilmapres Fakultas Teknik

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:03 WITA

Satu Suara di Depan Menara Phinisi, Bergerak Desak Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:30 WITA

Dari Proses ke Prestasi, Raih Juara Lomba Esai Sastra

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:20 WITA

Pendamping Hukum ZM Nilai JPU Mencocokkan Fakta dengan Asumsi Pribadi

Berita Terbaru

Potret Tim MP Ekolibrium Feb UNM setelah Meraih Prestasi Pada Ajang LEC 2026,(Foto:Ist.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

MP Ekolibrium FEB Raih Prestasi di Lombok Essay Competition 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:02 WITA

Foto Bersama Mahasiswa dan Dosen Program Studi D4 Tata Boga FT UNM, (Foto: Ratna Wulandari)

Fakultas Teknik

Cipta Karya Boga Hadirkan Kolaborasi Mahasiswa, Industri, dan Sekolah

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:40 WITA

Sesi foto bersama dalam agenda pelatihan penulisan berita dan persuratan, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

FT Gelar Pelatihan Persuratan, Dekan Singgung Target PPK Ormawa Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:50 WITA