5 Peranan Pokok Seorang Guru Menurut Crow

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 31 Januari 2023 - 20:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Hakikat mengajar bukanlah sekedar menyampaikan informasi kepada orang lain, akan tetapi ialah usaha mempengaruhi orang lain menjadi lebih positif. Berbicara mengenai tugas guru-guru maka Crow & Crow (American Book Company) 1948 mengungkapkan 5 peranan pokok seorang guru:

1. Mengarahkan dan membimbing belajar murid-muridnya.

Dalam hal ini guru mengusahakan gangguan-gangguan yang timbul di lingkungan murid-murid dapat dihindarkan. Guru kemudian menciptakan suasana belajar yang kondusif, mantap, dan bertujuan. Guru hendaknya menguasai mata pelajaran dan metode mengajar yang sesuai dengan suasana, dan menciptakan kegiatan belajar yang melibatkan seluruh kelas, dapat memotivasi murid mereka bisa belajar dengan giat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

2. Guru dapat merangsang murid sehingga menerbitkan minat belajar di kalangan murid.

Dengan timbulnya minat belajar, maka mereka termotivasi untuk rajin belajar dan timbul semangat bersaing di antara murid. Jika ada murid yang lemah dalam belajar harus diselidiki apakah dia tidak mempunyai waktu untuk belajar di rumah, maka guru harus membimbing mereka yang lemah agar bisa mengikuti teman-temannya yang lain.

3. Membantu mengembangkan sikap-sikap yang positif pada murid- murid, dan menghilangkan sikap-sikap yang negatif pada dirinya. Pengembangan sikap-sikap positif bisa dilakukan guru dengan memberikan pujian bila murid berhasil melakukan perbuatan positif misalnya dapat menjawab soal dengan baik, dapat berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan sopan, dapat membantu teman yang kesulitan atau mendapat musibah, dan sebagainya. Adapun sikap-sikap dan perilaku negatif harus dihilangkan dengan mendiamkan jika dia salah, dan atau menegurnya. Sikap negatif misalnya mengejek teman yang mengalami kesulitan misalnya tidak bisa menjawab soal, kesulitan dalam bicara seperti gagap atau suaranya kurang baik, pakaiannya tidak baik karena dia orang miskin, atau rupanya yang tidak cantik, dan sebagainya. Dalam hal ini guru tidak boleh mendiamkan anak yang suka mengejek, sombong, dan bicara kasar. Kadang-kadang sikap negatif yang terjadi pada anak didik adalah merupakan pantulan dari sikap guru yang negatif.

Baca Juga Berita :  UNM Gelar PM Tingkatkan Kompetensi Guru BK melalui Pelatihan Psychological First Aid (PFA) di SMA Athirah Makassar

4. Memperbaiki cara-cara mengajar dengan mempelajari metodik dan didaktik pengajaran. Di dalam mengajar tidak boleh guru- guru melupakan beberapa hal sebagai berikut:

a. Hubungan antara kematangan anak dengan belajarnya. Hal ini menyangkut penyesuaian materi dan metode dengan anak Misalnya murid-murid kelas II SD tidak pantas guru menceritakan peristiwa orang dewasa kepadanya seperti kejadian-kejadian politik akhir-akhir ini.
b. Untuk murid yang telah dewasa, maka ceritera guru hendaklah yang berhubungan dengan pendekatan ilmiah, logis, dan sistematis. Artinya, murid-murid dewasa diajak kepada nilai akurat dengan penuh perhitungan dan sistematik.
c. Pendekatan psikologi, suatu pendekatan yang mempertim bangkan aspek-aspek kejiwaan murid. Di atas telah disinggung tentang menyesuaikan materi pelajaran dengan kondisi kejiwaan dan usia murid. Karena hal ini amat berhubungan dengan kesiapan murid dan mudah untuk mengikuti pelajaran. Disamping itu guru juga harus mempertimbangkan latar belakang kehidupan murid masing-masing.

Baca Juga Berita :  Sejarah Wisma Sawerigading, Asrama Mahasiswa Sulsel di Yogyakarta 

5. Guru hendaknya mengenal kualitas pribadinya (kekurangan dan kelebihannya).

Adanya guru-guru yang mengikuti sertifikasi tingkat S1 di seluruh Indonesia adalah dalam rangka meningkatkan kualitas pribadinya baik dalam ilmu pengetahuan maupun kualitas pribadinya. Dengan berijazah S1 kepercayaan diri guru itu naik meningkat, dan akan rajin membaca buku, koran, dan majalah, sehingga secara tak sengaja ilmu dan pemahaman tentang manusia makin meningkat. Apalagi telah banyak guru SD, SMP, dan SMA yang telah berpendidikan S2 baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kualitas pribadi guru tercakup dalam tiga hal: Pertama, guru harus memiliki kecakapan yang tinggi. Kedua, tajam matanya dalam memperhatikan situasi yang timbul. Ketiga, memiliki kemampuan dalam hubungan sosial dengan baik.

Dari penjelasan Cros & Crow di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa masalah belajar mengajar merupakan interaksi yang erat sekali. Antara guru sebagai pengajar dan murid sebagai pelajar, hendaklah terjalin hubungan yang emosional dan penuh kasih sayang. Ada pepatah mengatakan bahwa guru adalah orang tua kedua setelah orang tua pertama di rumah.

Tulisan ini dikutip dari buku Psikologi Pendidikan oleh Prof. Dr. Sofyan S. Willis halaman 86-89 cetakan 2013, diterbitkan oleh penerbit Alfabeta di Bandung. (*)

*Reporter: Nur Arrum Suci Katili

Berita Terkait

Waspada Hoaks, Cek Dulu Sebelum Sebar
Menumbuhkan Kesadaran Hukum di Kalangan Mahasiswa
Dana Kuliah Terancam Naik?
Seni Berkuliah: Memaksimalkan Potensi Akademik dan Pribadi
Tips Jitu Imbangkan Kuliah dan Kehidupan Sosial Mahasiswa
Tips Menghadapi Perkuliahan dan Perjalanan Kampus di Tengah Hujan Deras
Tips Sukses Gen Z di Era Digital: Menavigasi Karier, Produktivitas, dan Gaya Hidup
Menjadi Ketua Tingkat yang Baik Juga Ada Tipsnya
Berita ini 170 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 19:54 WITA

Waspada Hoaks, Cek Dulu Sebelum Sebar

Jumat, 27 Juni 2025 - 20:45 WITA

Menumbuhkan Kesadaran Hukum di Kalangan Mahasiswa

Jumat, 14 Februari 2025 - 13:02 WITA

Dana Kuliah Terancam Naik?

Jumat, 7 Februari 2025 - 23:44 WITA

Seni Berkuliah: Memaksimalkan Potensi Akademik dan Pribadi

Jumat, 7 Februari 2025 - 22:33 WITA

Tips Jitu Imbangkan Kuliah dan Kehidupan Sosial Mahasiswa

Berita Terbaru

Sesi foto bersama dalam agenda pelatihan penulisan berita dan persuratan, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

FT Gelar Pelatihan Persuratan, Dekan Singgung Target PPK Ormawa Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:50 WITA

Potret Fachruddin Palapa saat memberikan materi, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

Perkuat Keterampilan Jurnalistik, FT Latih Mahasiswa Penulisan Berita

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:40 WITA

Foto Muh. Syekh Mikail Attahillah Ketua Formatur HMPS Pendidikan Sosiologi, (Foto: Ist.)

Formatur Ketua Umum

HMPS Pendidikan Sosiologi Tetapkan Ketua Formatur Baru di Mubes XV

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:36 WITA

Potret Pimpinan Jurusan, Prodi, dan Fakultas FISH (Foto: Int.)

Pendidikan Sejarah

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Gelar Pameran Budaya Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:04 WITA

E-TABLOID 295

Tabloid

E-TABLOID 295

Senin, 11 Mei 2026 - 23:02 WITA