PROFESI-UNM.COM – Mudik Lebaran menjadi tradisi tahunan masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga setelah menjalani aktivitas di perantauan. Namun perjalanan panjang sering menimbulkan mabuk perjalanan yang membuat tubuh tidak nyaman dan mengganggu suasana perjalanan.
Mabuk perjalanan biasanya ditandai dengan gejala pusing, mual, keringat dingin, serta rasa tidak nyaman pada perut. Kondisi ini muncul karena otak menerima sinyal berbeda antara gerakan tubuh, mata, dan sistem keseimbangan telinga bagian dalam.
Salah satu cara mengurangi mabuk perjalanan adalah memilih posisi duduk yang stabil selama berada di kendaraan. Posisi dekat jendela atau bagian tengah kendaraan biasanya membantu tubuh menyesuaikan gerakan perjalanan dengan lebih baik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, penting untuk menghindari membaca buku atau bermain gawai terlalu lama selama perjalanan berlangsung. Aktivitas tersebut dapat memperparah rasa pusing karena mata terus fokus pada objek yang tidak bergerak.
Mengonsumsi makanan ringan sebelum perjalanan juga dapat membantu mencegah rasa mual selama berada di kendaraan. Pilih makanan yang tidak terlalu berminyak agar perut tetap nyaman dan tidak mudah terasa penuh.
Menghirup udara segar secara berkala juga dapat membantu tubuh merasa lebih rileks selama perjalanan mudik. Membuka jendela kendaraan atau beristirahat sejenak di tempat pemberhentian dapat mengurangi rasa pusing yang muncul.
Dengan mempersiapkan kondisi tubuh dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, perjalanan mudik dapat berlangsung lebih nyaman. Mudik yang sehat dan menyenangkan tentu membuat momen berkumpul bersama keluarga saat Lebaran menjadi lebih bermakna. (*)
*Reporter: St. Masyita Rahmi







