PROFESI-UNM.COM– Mahasiswa sering menghabiskan waktu lama di depan layar laptop, ponsel, dan tablet untuk mengerjakan tugas kuliah atau menonton video pembelajaran. Aktivitas itu meningkatkan risiko kelelahan mata yang dapat menurunkan konsentrasi dan produktivitas belajar. Karena itu, menjaga kesehatan mata menjadi langkah penting di tengah rutinitas akademik yang padat.
Kurangi Waktu Menatap Layar
Waktu menatap layar yang terlalu lama dapat menimbulkan gejala seperti mata kering, penglihatan kabur, dan sakit kepala. Mahasiswa perlu menerapkan aturan *20-20-20* untuk mencegah kelelahan mata. Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Cara sederhana ini membantu otot mata beristirahat dan tetap fokus saat belajar.
Selain itu, atur jarak pandang antara mata dan layar sekitar 50–70 cm, serta posisikan layar sedikit di bawah tinggi mata. Gunakan pencahayaan ruangan yang cukup agar mata tidak bekerja terlalu keras saat menatap layar. Hindari pula menatap gawai dalam kondisi gelap karena cahaya tajam dari layar dapat mengiritasi retina.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Konsumsi Makanan Bergizi dan Cukup Istirahat
Kesehatan mata tidak hanya bergantung pada kebiasaan visual, tetapi juga pada pola makan dan istirahat. Mahasiswa perlu mengonsumsi makanan yang kaya vitamin A, C, dan E untuk menjaga fungsi retina dan memperlambat penurunan penglihatan. Wortel, telur, ikan, serta sayuran hijau seperti bayam dan kangkung menjadi pilihan tepat untuk memperkuat kesehatan mata.
Tidur yang cukup juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mata. Kurang tidur dapat membuat mata kering, merah, dan terasa berat. Idealnya, mahasiswa tidur selama 7–8 jam setiap malam agar mata dapat beristirahat dan memperbaiki sel-sel yang lelah.
Selain itu, biasakan untuk tidak mengucek mata meski terasa gatal. Gunakan air bersih atau tetes mata steril untuk mengatasi iritasi ringan. Jika keluhan berlanjut, segera periksa ke dokter mata agar mendapatkan penanganan tepat.
Dengan menerapkan kebiasaan sederhana seperti mengatur waktu layar, menjaga asupan gizi, dan tidur cukup, mahasiswa dapat melindungi kesehatan mata dari dampak negatif gaya hidup digital. Penglihatan yang sehat mendukung fokus belajar dan meningkatkan performa akademik setiap hari. (*)
*Reporter: Angnis Arimayanti







