PROFESI-UNM.COM – Dunia kampus selalu menjadi tempat yang kaya dengan dinamika sosial. Banyak mahasiswa membentuk circle atau lingkaran pertemanan tertentu. Sayangnya, circle yang terlalu tertutup sering menimbulkan masalah bagi mahasiswa lain.
Circle biasanya muncul karena adanya kesamaan minat, jurusan, atau aktivitas. Mahasiswa merasa nyaman bersama kelompok kecil yang akrab dengan mereka. Namun, pola ini justru dapat menghalangi interaksi yang lebih luas.
Mahasiswa perlu membuka diri terhadap berbagai lingkaran pertemanan. Mereka bisa menjalin komunikasi dengan teman di kelas, organisasi, maupun komunitas lain. Langkah ini akan memperkaya pengalaman dan mengurangi ketergantungan pada satu circle saja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain memperluas pergaulan, mahasiswa juga harus tetap memprioritaskan tujuan utama. Fokus belajar, mengembangkan keterampilan, dan aktif di kegiatan positif sangat penting. Circle tidak boleh menggeser orientasi akademik dan pengembangan diri.
Mahasiswa juga perlu mengenali batas diri ketika bergaul. Jangan memaksakan diri masuk ke circle yang menimbulkan tekanan. Dengan sikap bijak, mahasiswa dapat tumbuh lebih bebas tanpa terjebak dalam eksklusivitas kelompok.( *)
*Reporter: Rahmat Hidayat







