Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik UNM Ciptakan Sensor Cahaya Pembasmi Hama

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 8 Januari 2017 - 20:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Tiga mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UNM membuat alat canggih. Alat tersebutberupa pembasmi hama penggerek batang tanaman padi berbasis sensor cahaya dan jaring listrik. Ketiga mahasiswa tersebut ialah Sri Wahyuni, Andi Jaya Nasaruddin dan Herayadi. Karya dibidang Teknologi Pertanian ini berhasil masuk nominasi sepuluh besar dalam lomba inovasi tepat guna FST Fair yangdiadakan di Jambi pada 24 November 2016 lalu.

Sri Wahyuni menggungkapkan, dalam lomba inovasi itu, alat pembasmi hama ini berkompetisi dengan alat lain dari beberapa universitas ternama di Indonesia. Seperti Instutut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Sekolah Tinggi Teknik-PLN Jakarta (STTPLN), Universitas Brawijaya Malang
(UB), Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (UII), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Diponegoro (UNDIP), Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan Universitas Negeri Makassar (UNM).

Perempuan yang akrab disapa Wahyun ini menghabiskan waktunya di laboratorium selama dua pekan untuk menyusun alat pembasmi hama ini. Tidak hanya dapat digunakan di area persawahan, alat ini dapat dipakai untuk membasmi hama kupu-kupu putih di area perumahan warga.

“Tidak hanya di area persawahan saja, hama seperti kupu-kupuputih penyebab gatal dapat dibasmi dengan alat ini,“ ungkapnya.

Ia pun akan mengembangkan penelitiannya agar alat pembasmi hama tidak hanya dapat dipraktekkan pada jenis hama tertentu. Namun dapat dipakai dalam skala luas. “Sejauh ini, kami mengembangkan alat ini agar tidak hanya diaplikasikan pada satu jenis hama saja, tapi semua jenis hama. Penggunaan alat ini pun direncanakan dipakai secara massal oleh petani,” ucapnya.

Alat pembasmi hama berbasis sensor cahaya dan listrik ini menjadi solusi bagi petani guna meningkatkan hasil panen padi.

“Program pemerintah adalah menciptakan sisistem pertanian yang terpadu, maksudnya hasil panen tidak mengandung bahan kimia yang dapat menganggu kesehatan masyarakat. Secara langsung kita sudah mendukun dengan membuat alat yang tidak menimbulkan bahaya bagi dunia pertanian,” jelasnya.

Baca Juga Berita :  Talkshow Psydea Hadirkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Wahyuni pun berharap alat yang diciptakan dapat dilirikoleh industri besar dan dipakai dalam skala luas. “Semoga masyarakat dapat menggunakannya secara luas. Dampaknya kan secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan petani,” harapnya.

Alat pembasmi hama ini berbentuk sangkar burung. Terdiri dari dua bagian yaitu jaring listrik dan sensor cahaya, pembasmi hama ini mempunyai sistem dengan lampu sebagai penarik hama penggerek batang. Selanjutnya, hama yang masuk kedalam sangkar akan mendapat sengatan dari jaring listrik. Alat ini dilengkapi panel surya sebagai sumber energi listrik yang ditampung pada aki.

“Pengoperasian alat ini cukup mudah, tinggal pasang alat di area persawahan. Nah pada malam hari lampunya akan menyala, sumbernya dari panel surya yang ditampung di aki.,hama yang mendekat akan di sengat oleh jaring listrik,” kata dia.

Ia, pun menambahkan salah satu kelebihan alat pembasmi hama karena tidak menggunakan bahan kimia yang pada umumnya digunakan Petani. (*)


*Reporter: Resa Saputra

Berita Terkait

Dua Mahasiswa Tekom Sabet Empat Penghargaan di Ajang PIN 2
Alat Robot Transporter JTETI UNM Tawarkan Solusi Material Handling Berbasis Robotika
Gratiskan Jas Almamater Maba 2026, Mekanisme Pengambilan Belum Jelas Hingga Kini
Prinsip.id Wadahi Ratusan Mahasiswa Mengabdi di Pelosok
UKM SAR Buka Rekrutmen Diklatsar XXV
Usung Teknologi Tepat Guna, FT Tampilkan Berbagai Karya Inovatif
Usung Teknologi Tepat Guna, FT UNM Tampilkan Berbagai Karya Inovatif
Inovasi Sepeda Listrik Energi Terbarukan di Stand Pameran Pendidikan FT
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:28 WITA

Alat Robot Transporter JTETI UNM Tawarkan Solusi Material Handling Berbasis Robotika

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:17 WITA

Gratiskan Jas Almamater Maba 2026, Mekanisme Pengambilan Belum Jelas Hingga Kini

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:42 WITA

Prinsip.id Wadahi Ratusan Mahasiswa Mengabdi di Pelosok

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:19 WITA

UKM SAR Buka Rekrutmen Diklatsar XXV

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24 WITA

Usung Teknologi Tepat Guna, FT Tampilkan Berbagai Karya Inovatif

Berita Terbaru

Ilustrasi Jalan Kaki Menjadi Salah Satu Olahraga Ringan, (Foto: Int).

wiki

Manfaat Jalan Kaki Rutin bagi Kesehatan Tubuh

Sabtu, 25 Jul 2026 - 04:25 WITA

Ilustrasi Terkait Penyebab Prokrastinasi dan Langkah Bertahap Mengatasinya, (Foto: AI.)

wiki

Prokrastinasi dan Langkah Bertahap Mengatasinya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:27 WITA

Ilustrasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental (Foto: Ai.)

wiki

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Bangku Kuliah

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:10 WITA

Potret Badrizah Al Azhar Dosen Muda Lolos Pendanaan BRIN RIIM 2026, (Foto: Int).

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Dosen Pendidikan Geografi Lolos Pendanaan BRIN RIIM 2026

Jumat, 24 Jul 2026 - 23:50 WITA