PROFESI-UNM.COM – Padatnya aktivitas perkuliahan kerap membuat mahasiswa mengabaikan kebutuhan dasar tubuh, termasuk asupan cairan. Kondisi ini dapat memicu dehidrasi yang berdampak pada kesehatan dan konsentrasi belajar.
Kesibukan mengikuti kelas, mengerjakan tugas, hingga kegiatan organisasi sering membuat mahasiswa lupa untuk minum air putih secara cukup. Akibatnya, tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda dehidrasi yang kerap tidak disadari.
Salah satu tanda yang sering terabaikan adalah rasa lelah berlebihan. Kondisi ini sebagai akibat dari kurang tidur, padahal bisa menjadi sinyal tubuh kekurangan cairan.
Selain itu, sakit kepala ringan juga menjadi gejala umum dehidrasi. Mahasiswa sering menganggapnya sebagai efek stres, sehingga tidak segera memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Perubahan warna urine menjadi lebih pekat juga dapat menjadi indikator dehidrasi. Namun, tanda ini sering luput dari perhatian karena dianggap hal yang sepele.
Untuk mencegah penyakit ini, mahasiswa perlu memenuhi kebutuhan cairan sekitar dua hingga tiga liter per hari atau setara delapan hingga 12 gelas air. Selain itu, kebiasaan sederhana seperti minum satu gelas air setiap bangun tidur, sebelum dan sesudah kelas, serta saat merasa lelah dapat membantu menjaga hidrasi tubuh.
Dengan mengenali tanda-tanda dehidrasi dan menerapkan pola minum yang teratur, mahasiswa dapat menjaga kesehatan dan produktivitas. Kesadaran terhadap kebutuhan cairan menjadi kunci dalam menjalani aktivitas perkuliahan secara optimal. (*)
*Reporter: Ratna Wulandari








