Politikus Nasional Jajal UNM, PR IV: Itukan Pengembangan Wawasan Saja

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 22 Desember 2017 - 08:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh-tokoh besar politkus nasional saat berkunjung di UNM beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, sejumlah bakal calon kini tengah gencar mencari dukungan.

Demi menggalang suara, berbagai upaya kemudian dilakukan. Tak sedikit yang memilih Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi sasaran kampanye.

Tahun ini, sedikitnya tujuh nama besar yang disinyalir bakal bertarung di Pilkada Sulsel dan Pemilihan Presiden (Pilpres) telah berkunjung di UNM. Ada yang datang dengan maksud memberi kuliah umum atau orasi. Bahkan ikut serta dalam kegiatan besar kampus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak sedikit, banyak kalangan yang menyebut jika ini merupakan salah satu bentuk upaya menggaet dukungan. Padahal, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Muhammad Nasir menegaskan bahwa kampus bukanlah tempat ajang berpolitik.

Pernyataannya itu diperkuat pada pasal 86 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu. Dimana disebutkan larangan kampanye di sejumlah tempat misalnya di tempat pendidikan, dalam hal ini kampus.

Lantas, pengawalan pihak birokrasi terkait permasalahan ini masih menyisakan tanda tanya. Sebab, politikus yang memiliki kepentingan pada pemilihan nanti silih berganti datang di kampus Omar Bakrie.

Baca Juga Berita :  Rektor UNM Akui Adakan Kerjasama dengan Akper Anging Mammiri

Sebanyak 27.568 mahasiswa UNM di akhir tahun Desember 2016 bukanlah jumlah yang sedikit. Belum lagi jika dihitung dengan pegawai dan dosen. Tak bisa dipungkiri, bila ini bisa menjadi peluang besar meraih pundipundi suara yang berasal dari sivitas.

Terkait itu, Pakar Pendidikan, Suparlan Suhartono menilai, sesuatu yang berbau politik tidak boleh dibiarkan untuk masuk ke ranah pendidikan. Apalagi, bila ada indikasi ingin melakukan kampanye. Maka dari itu, kata dia, semestinya harus terdapat batasan.

“Jangan berwajah dua. Harusnya satu,” nilai Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) ini.

Pakar Ilmu Politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Adnan Nasution juga menyebut bahwa pihak birokrasi harus waspada di masa menjelang pemilihan ini. Sebab, banyak orang yang berkepentingan mencoba memanfaatkan kampus sebagai ajang mencari dukungan.

Sebagai perguruan tinggi, menurutnya, UNM harus bebas dari politik sebab ada aturan yang berlaku. “Sebaiknya kampus tidak boleh ikut campur dengan hal-hal begini, kampus harus netral, karena itu lembaga ilmiah,” jelas Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UH ini saat dihubungi, Senin (12/12).

Baca Juga Berita :  20 Tahun Tak Terurus, Gedung Sao Panrita Perlu Renovasi

Sementara itu dari Lembaga Kemahasiswaan (LK) UNM, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) terpilih, Bahrul M turut angkat bicara. Ia menduga kedatangan orang-orang politik tidak sekadar menjadi tamu saja. Tentu, menurutnya, mereka mengharapkan sesuatu yang menyangkut kepentingannya.

“Meski tidak mengatasnamakan lembaga, tapi kita ketahui siapa orang itu, jika memang seorang berlatar belakang politis, pastinya ada nilai tawar yang mereka inginkan,” katanya.

Ketika dikonfirmasi, Pembantu Rektor Bidang Kerjasama (PR IV), Gufran Darma Dirawan justru membantah. Ia menegaskan, selama ini yang dilakukan oleh pihaknya tidak ada kaitannya dengan politik praktis.

“Itukan pengembangan wawasan saja, tidak ada niat-niat untuk itu,” kilah Guru Besar Fakultas Teknik (FT) ini. (*)

*Tulisan ini terbit di Tabloid Profesi Edisi 220

Berita Terkait

Dies Natalis ke-65, Plt Rektor Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif dan Unjuk Prestasi Nasional
Relaksasi UKT Capai Rp13,41 Miliar, UNM Fokus Ringankan Beban Mahasiswa
Bahas Solusi Kontekstual Geometri Lewat Lukisan Rumah Tongkonan, Mahasiswa Matematika Sabet Juara Esai di Unmul
UKM SAR Buka Rekrutmen Diklatsar XXV
FEB Perkuat Tata Kelola Keuangan UMK Desa Balleanging Lewat Program Pengabdian Masyarakat
Mahasiswa UNM Raih Gold Award IICE 2026 Lewat Inovasi GEOCULTURE-AR
Jelang Pemilihan Rektor, Dekan FEB Tekankan Pembenahan Sarana dan SDM
Pamerkan Alat Peraga Kreatif, FMIPA Ubah Paradigma Belajar Matematika
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:10 WITA

Dies Natalis ke-65, Plt Rektor Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif dan Unjuk Prestasi Nasional

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:37 WITA

Relaksasi UKT Capai Rp13,41 Miliar, UNM Fokus Ringankan Beban Mahasiswa

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:25 WITA

Bahas Solusi Kontekstual Geometri Lewat Lukisan Rumah Tongkonan, Mahasiswa Matematika Sabet Juara Esai di Unmul

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:19 WITA

UKM SAR Buka Rekrutmen Diklatsar XXV

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:44 WITA

FEB Perkuat Tata Kelola Keuangan UMK Desa Balleanging Lewat Program Pengabdian Masyarakat

Berita Terbaru

Foto bersama setelah praktik gosok gigi, (Foto: Ist.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

P2M MP Ekolibrium FEB Gelar Edukasi PHBS dan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Selasa, 4 Agu 2026 - 23:38 WITA

Nurul Izza korban selamat KMP Mutiara Sentosa 02 saat Video Call dengan Keluarganya, (Foto: Int)

Korban Kebakaran KMP

Selamat dari Kebakaran Kapal, Mahasiswa UNM Tiga Jam Terombang-ambing

Selasa, 4 Agu 2026 - 23:32 WITA

Potret Foto bersama MP Ekolibrium FEB dan pelaku UMKM dalam kegiatan Pelatihan Legalitas Usaha dan Sertifikasi Produk, (Foto: Ist.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

P2M MP Ekolibrium FEB Latih Legalitas Usaha UMKM Bulutana

Selasa, 4 Agu 2026 - 23:27 WITA

Suasana Pembukaan ANALISIS IX HMJ Statistika FMIPA di Ruang Rapat Lt.3 Gedung Menara FMIPA UNM, (Foto: Ist.)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Alihkan Liburan untuk Pengabdian,  HMJ Statistika Raih Apresiasi

Selasa, 4 Agu 2026 - 23:11 WITA