Polemik DO Terbanyak Mahasiswa FT UNM

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 1 Juni 2018 - 10:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerimaan mahasiswa baru (PMB) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun lalu. (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Fakultas Teknik (FT) terus menorehkan rapor buruk. Sejak 2017 fakultas merah itu mencatatkan angka Drop Out (DO) Dini tertinggi di Universitas Negeri Makassar (UNM). Bahkan di tahun ini jumlahnya kian bertambah.

Sejak pertama kali Surat Keputusan (SK) Nomor 1907/UN36/KM/2016 dikeluarkan oleh Rektor UNM, Husain Syam tertanggal 25 Maret 2017, FT sudah mencolok dengan angka tertinggi perihal mahasiswa DO dini ketimbang fakultas lain.

Sebanyak 60 dari 250 mahasiswa angkatan 2015 lantas mendapat sanksi tersebut. Mereka yang di DO tak mencukupi 30 Satuan Kredit Semester (SKS) tiga semester pertama untuk tahun akademik 2016/2017.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua tahun berikutnya, SK Rektor kembali dikeluarkan dengan Nomor 260/UN36/KM/2018 yang ditetapkan 25 Januari 2018. Meningkat dari tahun sebelumnya, sebanyak 2.434 mahasiswa kena DO.

Tercatat 349 mahasiswa DO di evaluasi tiga semester awal bagi angkatan 2016 yang tidak mencapai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 2,0 dan jumlah SKS yang tidak mencukupi 30. Sedangkan 2.085 lainnya tidak aktif selama tiga semester berturut-turut.

Lagi-lagi, si kampus merah bercokol di peringkat pertama dengan jumlah terbanyak. Dari 2.434, 642 pun diantaranya ialah mahasiswa FT. Hal tersebut tentunya menjadi perhatian tersendiri bagi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Elektronika (HIMANIKA), Andi Ahmad Rezky.

Selama ini, menurutnya, banyak mahasiswa yang DO lantaran kinerja dosen yang kurang baik. Pasalnya, dosen kerap menunjukkan ketidaktaktifannya mengikuti perkuliahan. Sehingga, tak ayal jika banyak mahasiswa yang jenuh.

“Profesionalnya seorang dosen karena lebih banyak dosen pengganti yang masuk,” ujarnya.

Lanjut, mahasiswa angkatan 2014 ini menjelaskan bahwa birokrasi semestinya lebih baik lagi memegang peranan dalam mengawasi kinerja dosen.

Baca Juga Berita :  BCA Finance Siapkan 100 Kuota Beasiswa

“Birokrasi lebih jelas memantau dosen yang seperti itu, karena sebagai penanggung jawab mata kuliah,” jelasnya.

Di sisi lain, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT Khaerul Mukmin mengatakan, jumlah mahasiswa yang terjaring DO dini selalu tinggi diakibatkan oleh berbagai faktor. Utamanya, ketidaksesuaian jurusan dengan minat mahasiswa.

Akibatnya, kebanyakan mereka mendaftar di instansi kepolisian atau pindah ke jurusan atau perguruan tinggi lain. “Banyak faktor kenapa DO dini di sini banyak terjadi. Misalnya memang karena passionnya tidak cocok, atau karena mendaftar di aparat,” jelasnya.

Tak hanya itu, kata Khaerul, pihak birokrasi telah memainkan peran dalam angka mahasiswa DO dini ini. Sebab, birokrasi dinilai sengaja membatasi hubungan antara senior dan junior dengan pelarangan pengkaderan bagi mahasiswa semester awal. Hal tersebut sangat disayangkan olehnya mengingat tujuan pengkaderan hanya untuk membangun hubungan baik diantara mereka.

“Kita di sini dilarang melakukan pengkaderan di semester awal, paling cepat di semester dua baru diperbolehkan. Padahal tujuannya cuma membangun rasa kekeluargaan, supaya mereka juga betah di kampus,” tuturnya.

Bukan itu saja, mahasiswa Jurusan Pendidikan Otomotif ini juga menyesalkan sikap birokrasi yang seakan tidak menerima tujuan baik Lembaga Kemahasiswaan (LK) untuk memberi ilmu tambahan bagi mahasiswa baru (Maba). Padahal menurutnya, salah satu cara menekan angka DO tersebut ialah memberikan ruang untuk maba dalam mengikuti kegiatan non akademik.

Tujuannya, kata Khaerul, agar mereka dapat menyesuaikan diri di kampus. “Memang ini kegiatan non-akademik, tapi yang diajarkan di sana seperti kemampuan berpikir dan berbicara semua untuk keperluan akademik nantinya,” katanya.

Baca Juga Berita :  UKM Menwa UNM Raih Juara Umum Dalam Kompetisi Napak Tilas Resimen Mahasiswa Unibos

Pendapat yang berbeda justru diungkapkan oleh Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III) FT, Ahmad Rifqi Asrib. Ia menganggap mahasiswa itu sendiri yang menjadi akar dari DO dini. Ia mengatakan, kualitas mahasiswa tersebut serta kecocokan terhadap bidang yang digeluti menjadi penentu.

“Saya juga kurang tau, apa alasan mereka bisa DO dini. Tapi mungkin ada di kualitas pendidikan mereka, bukan berarti mereka bodoh hanya saja mereka tidak berada dibidangnya,” paparnya.

Ia menambahkan jika keseriusan mahasiswa dalam belajar yang kurang menjadi jumlah mahasiswa DO menjadi tinggi. Menurutnya dengan standar SKS 30 dalam waktu tiga semester sudah sangat ringan bagi mahasiswa.

“Kan batasnya 30 SKS kalau tidak bisa lulus di situ, berarti tiap semester dalam tiga semesternya lulus di bawah 10 SKS saja, kan sulit juga kalau begitu,” tambahnya.

Menilik permasalahan tersebut, Dekan FT, Muhammad Yahya turut berkomentar. Ia menyebut jika kasus DO dini yang tinggi bukan berarti menunjukkan mahasiswa tersebut telah gagal dalam bidang akademik. Dapat dilihat, jika tak sedikit kemudian mahasiswa DO dini justru berkarir di tempat lain.

“Kalau masalah DO dini bukan berarti mereka gagal. Buktinya banyak yang diterima di tempat lain seperti STPDN dan lain sebagainya,” bebernya.

Ia pula menampik anggapan jika lingkungan FT yang kemudian menjadi pemicu tingginya DO dini di fakultas ini. Menurutnya, lingkungan FT merupakan yang terbaik bila dibandingkan dengan fakultas lain.

“Tidak ada itu DO karena lingkungan, coba lihat lingkungan saya dengan yang lain mana yang baik?,” tutupnya. (*)

[divider][/divider]

*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi edisi 225

Berita Terkait

FT Hadirkan Praktisi Daihatsu Jepang
Praktisi Jepang Kupas Tuntas Aturan dan Hiburan Magang
Sosialisasi Magang Jepang, Pemateri Tekankan Pentingnya Pemahaman Regulasi
FT Gelar Kuliah Tamu Internasional, Bekali Pelatihan Karier Industri Global
Gandeng Praktisi Jepang, FT Buka Peluang Magang
Dekan FT UNM Tekankan Pentingnya Kolaborasi Internasional bagi Mahasiswa
Plt Rektor Dorong Wisudawan Jadi Pemimpin Perubahan
Banyak Wisudawan Cumlaude, Masa Studi Mahasiswa FT Jadi Sorotan
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:46 WITA

FT Hadirkan Praktisi Daihatsu Jepang

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:57 WITA

Praktisi Jepang Kupas Tuntas Aturan dan Hiburan Magang

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:54 WITA

Sosialisasi Magang Jepang, Pemateri Tekankan Pentingnya Pemahaman Regulasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:50 WITA

FT Gelar Kuliah Tamu Internasional, Bekali Pelatihan Karier Industri Global

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:48 WITA

Gandeng Praktisi Jepang, FT Buka Peluang Magang

Berita Terbaru

Potret Pamflet Pendaftaran Volunteer Kopma Festival 2026, (Foto:Int.)

Kopma

Kopma Festival 2026 Ajak Mahasiswa Jadi Volunteer

Senin, 22 Jun 2026 - 23:42 WITA

Potret Pamflet SI-KONSEN Manajemen, (Foto:Int.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Manajemen FEB Luncurkan SI-KONSEN, Permudah Mahasiswa Tentukan Konsentrasi Studi

Senin, 22 Jun 2026 - 23:31 WITA

Potret Sambutan Ketua Jurusan Seni  Rupa dan Desain, Irfan Ariffin dalam Pameran Tunggal, (Foto: Int.)

Fakultas Seni dan Desain

Suarakan Isu Lingkungan, Mahasiswa Seni Rupa Gelar Pameran Tunggal

Senin, 22 Jun 2026 - 23:12 WITA