Mahasiswa Jurusan Elektronika FT UNM Ciptakan Robot Sepak Bola

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 3 April 2018 - 19:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hamzah, mahasiswa Pendidikan Teknik Elektronika (PTA) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) saat membuat salah satu robot sepak bola di Bengkel PTA FT UNM. (Foto: Wahyu – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Empat mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) tengah mengembangkan sebuah robot yang terbilang unik. Pasalnya robot ini dirancang untuk bisa bermain bola.

Robot yang diberi nama “Lontara” adalah buah dari tangan dingin Hamsah, Resa Pamilianto, Rusdi, dan Nurfitriah Ningsih. Lontara akan diikutkan dalam Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid yang akan dilaksanakan di Universitas Lampung pada 26-28 April mendatang.

Apabila pada tahap tersebut, Lontara menang maka ia berhak melaju ke tingkat nasional di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 28 Juni – 1 Juli mendatang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nama Lontara ini terinspirasi dari aksara kuno suku Bugis-Makassar yang meleganda. Nama tersebut juga diharapkan dapat membumikan kebudayaan Bugis-Makassar di kancah nasional.

Alasan lainnya ialah agar generasi muda terkhusus mahasiswa UNM tidak lupa akan budaya daerahnya meski sekarang sudah era digital sekalipun.

Berat dari robot tersebut ialah 40 kg, dimana untuk membuat robot ini dibutuhkan tiga perangkat penting yang harus disediakan, yaitu, sismin selenoid dan kamera Sismin merupakan perangkat yang berfungsi mengontrol semua perangkat pada robot, kemudian selenoid yang berfungsi melontarkan bola, dan bagian yang tak kalah penting adalah kamera berfungsi untuk melihat bola dan lawan.

Baca Juga Berita :  UNM Tingkatkatkan Kerja Sama lewat Industri

Hamsah, Ketua Tim tersebut menjelaskan robot ini bisa memerlukan dana antara 10 hingga 15 juta. “Perangkat Lontara ini mahal, jadi kami menghabiskan dana sekitar 10-15 juta,” jelasnya.

Ia mengaku sangat membutuhkan dukungan penuh dari kampus. “Kami butuh dukungan dari kampus, terutama dalam dana. Hingga saat ini dananya belum cair, jadi kami masi menggunakan dana pribadi,” akunya.

Sementara itu untuk bagian luar robot, bodinya menggunakan plat besi kemudian ada roda dan penendang. Roda dan penendang ini digerakkan oleh motor yang terdiri dari sumber listrik entah itu dari baterai ataupun aki.

Pengerjaan robot ini terbilang cepat, Hamsah menuturkan hanya membutuhkan waktu sekitar dua pekan untuk merakit Lontara. “Waktu pengerjaan sekitar dua minggu, jika seluruh onderdil yang dibutuhkan sudah siap,” tuturnya.

Ketika ditanya mengenai kendala dalam pengerjaan Lontara ini, mahasiswa asal Wajo ini mengaku menemui kesulitan dibagian program, karena program harus benar-benar sesuai dengan pergerkan yang diinginkan yaitu bermain bola.

Baca Juga Berita :  Praktisi Jepang Kupas Tuntas Aturan dan Hiburan Magang

Lanjut pria kelahiran 1997, ada tiga robot yang akan dibuat. Dua berperan sebagai pemain dan satu kiper. Pengerjaan robot kiper ini diakuinya juga agak sulit dalam perakitannya dikarenakan ada beberapa mekanik khusus yang berbeda dari dua robot lainnya.

“Sebenarnya yang paling sulit itu program karena harus di program untuk bisa bermain bola ini merupakan program yang tidak mudah dibuat. Kemudian penjaga gawang ada beberapa mekaniknya yang agak susah,” jelasnya.

Terlepas dari itu, Hamzah berharap robot hasil karyanya bersama tim bisa lolos hingga tingkat nasional. Tak luput ia juga memohon bantuan dan doa dari seluruh sivitas akademik kampus peraih Satker terbaik di Indonesia tahun 2018.

“Setelah kami mengerjakan robot ini sepenuh hati, saya dan tim berharap agar Lontara bisa lolos hingga tingkat nasional, dan kami memohon doa dan batuan kepada pihak birokrasi dan stake holder lainnya di kampus orange ini,” harapnya. (*)

[divider][/divider]

*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi edisi 223

Berita Terkait

Public Smart Dispenser Dikembangkan Jadi Pusat Layanan Digital Kampus
MLBB ICE Sport 2026 Rampung, Juara Bertahan Kembali Sabet Gelar Juara 1
FT Buka Pendaftaran GEMASTIK XIX 2026
Atasi Keterbatasan Lahan, Dosen Teknik Elektro Kembangkan Pertanian Perkotaan Berbasis IoT
Mahasiswa FT Raih Juara II Kasau Championship 2026
Dua Mahasiswa Tekom Sabet Empat Penghargaan di Ajang PIN 2
Alat Robot Transporter JTETI UNM Tawarkan Solusi Material Handling Berbasis Robotika
Usung Teknologi Tepat Guna, FT Tampilkan Berbagai Karya Inovatif
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Public Smart Dispenser Dikembangkan Jadi Pusat Layanan Digital Kampus

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:23 WITA

MLBB ICE Sport 2026 Rampung, Juara Bertahan Kembali Sabet Gelar Juara 1

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:37 WITA

FT Buka Pendaftaran GEMASTIK XIX 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:59 WITA

Atasi Keterbatasan Lahan, Dosen Teknik Elektro Kembangkan Pertanian Perkotaan Berbasis IoT

Rabu, 29 Juli 2026 - 04:43 WITA

Mahasiswa FT Raih Juara II Kasau Championship 2026

Berita Terbaru

Potret Abdul Saman saat Berikan Laporan pada Malam Penganugerahan Award, (Foto: Int.)

Dies Natalies

Dies Natalis UNM Berakhir, Ketua Panitia Ungkap Ketua Berikutnya

Minggu, 2 Agu 2026 - 22:05 WITA

Potret Farida Patittingi saat Menyampaikan Laporan Tahunan Plt. Rektor pada Kegiatan Upacara Perayaan Dies Natalis UNM ke-65, (Foto : Int.)

Agendasiana

UNM Kembangkan Sistem Digital Terintegrasi untuk Tata Kelola Kampus

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:37 WITA

Potret Lembaga Kemahasiswaan (LK) UNM saat Aksi Demonstrasi, (Dok. Profesi)

BEM UNM

BEM UNM Ikuti Munas BEM SI Meski Sebelumnya Nyatakan Mundur

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:33 WITA