PROFESI-UNM.COM — Suasana haru mewarnai Ramah Tamah Wisudawan dan Wisudawati Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) yang tergelar di Hotel Mercury (18/11). Dalam momen tersebut, Rohjohan Sumanjuntak tampil sebagai perwakilan orang tua menyampaikan pesan dan kesannya terhadap perjalanan akademik para lulusan.
Dalam sambutannya, Rohjohan mengucapkan terima kasih. Ia tujukan kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa selama pendidikan.
“Kami, para orang tua, menjadi saksi bagaimana anak-anak kami belajar, berjuang, dan menyelesaikan berbagai tugas hingga akhirnya sampai pada kelulusan. Proses ini tidak mudah, penuh tantangan, namun hari ini menjadi bukti bahwa kerja keras mereka membuahkan hasil,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rohjohan menuturkan bahwa lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta suportif di Fakultas Psikologi UNM menjadi faktor penting yang membantu mahasiswa tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengelola fakultas atas dedikasi mereka dalam menciptakan atmosfer pendidikan yang positif.
Lebih jauh, ia menyampaikan harapannya kepada seluruh lulusan Psikologi UNM untuk mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, ilmu dan kemampuan yang termiliki para wisudawan sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, baik sebagai psikolog, konselor, pendidik, maupun profesional lainnya.
“Dunia sedang menunggu, kontribusi kalian Gunakanlah ilmu kalian untuk membawa perubahan positif, jadilah manusia yang memanusiakan manusia,” pesan Rohjohan kepada para wisudawan.
Pada penutup sambutannya, ia membacakan sepenggal surat menyentuh hati yang tertujukan kepada putrinya. Surat tersebut menggambarkan perjalanan tumbuh dewasa sang anak, perjuangan yang terlalui, serta doa orang tua yang selalu menyertai. Bagian ini membuat suasana ramah tamah terpenuhi kehangatan dan kebanggaan.
“Setiap malam belajarmu, setiap gelisahmu, semuanya tumbuh menjadi kekuatan yang tak bisa terbeli oleh waktu. Hari ini aku berdiri paling depan menyaksikan mimpimu tumbuh bersayap,” tuturnya.(*)
*Reporter: Muh Apdal Adriansyah







