PROFESI-UNM.COM – Buka puasa bersama atau bukber menjadi salah satu tradisi yang kerap dilakukan mahasiswa saat bulan suci Ramadan. Momentum ini tidak hanya dimanfaatkan untuk menikmati hidangan berbuka, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar teman sekelas di tengah padatnya aktivitas perkuliahan.
Di lingkungan kampus seperti Universitas Negeri Makassar, mahasiswa biasanya mulai merencanakan kegiatan bukber jauh hari sebelumnya. Persiapan diawali dengan menentukan waktu yang disepakati bersama, menyesuaikan jadwal kuliah agar seluruh anggota kelas dapat hadir tanpa mengganggu kewajiban akademik.
Langkah selanjutnya adalah menentukan lokasi. Beberapa mahasiswa memilih mengadakan bukber di rumah salah satu teman, di sekretariat kelas, masjid kampus, atau di rumah makan yang ramah bagi mahasiswa. Pertimbangan anggaran menjadi faktor penting agar kegiatan tetap sederhana namun berkesan. Sistem iuran sering diterapkan untuk meringankan biaya konsumsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain konsumsi, susunan acara juga menjadi bagian dari persiapan. Biasanya, kegiatan diawali dengan tausiyah singkat atau tadarus bersama sebelum waktu berbuka tiba. Momen berbagi cerita, evaluasi perkuliahan, hingga diskusi ringan tentang rencana akademik turut mewarnai suasana kebersamaan tersebut.
Koordinasi yang baik antar panitia kecil di kelas menjadi kunci kelancaran acara. Pembagian tugas seperti dokumentasi, konsumsi, hingga perlengkapan perlu diatur secara jelas. Dengan perencanaan matang, bukber dapat berlangsung tertib dan penuh makna.
Lebih dari sekadar makan bersama, bukber mahasiswa menjadi ruang mempererat solidaritas dan membangun kekompakan. Di tengah kesibukan perkuliahan, kegiatan sederhana ini mampu menciptakan kenangan yang membekas serta memperkuat rasa kekeluargaan di antara teman sekelas selama bulan Ramadan.(*)
*Reporter: Rahmadani







