Pemimpin dalam Perspektif Islam

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 1 September 2025 - 23:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Seorang Pemimpin berbicara di Depan Publik (Foto: Int)

Ilustrasi Seorang Pemimpin berbicara di Depan Publik (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Tradisi Islam menempatkan kepemimpinan sebagai peranan penting untuk menjaga keadilan, menegakkan syariat, dan melindungi masyarakat. Seorang pemimpin berperan bukan hanya mengatur urusan dunia, tetapi juga menanggung tanggung jawab dalam urusan agama dan moral umat. Al-Qur’an, hadis, serta praktik kepemimpinan para khalifah pada masa awal Islam menunjukkan hal tersebut.

Al-Qur’an menekankan amanah dan keadilan dalam kepemimpinan. Surah An-Nisa ayat 58 memerintahkan umat Islam untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak serta menetapkan keputusan dengan adil. Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan bahwa kepemimpinan merupakan tanggung jawab besar yang akan ditanya di hadapan Allah.

Baca Juga Berita :  Strategi Jitu Menghadapi Ujian Matematika

Ulama Islam menjelaskan sejumlah kriteria seorang pemimpin. Pemimpin harus adil dalam setiap keputusan, amanah dalam menjalankan tanggung jawab, berilmu untuk memimpin umat, kuat secara fisik maupun mental, serta bertakwa agar setiap kebijakan berlandaskan moral yang benar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang pemimpin dalam Islam melindungi rakyat, menegakkan hukum, dan mengelola kesejahteraan umat. Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa setiap pemimpin adalah “ra’in” (penggembala) yang Allah akan mintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.

Sejarah Islam menampilkan kepemimpinan Khulafaur Rasyidin sebagai teladan utama. Abu Bakar ash-Shiddiq menunjukkan kesederhanaan dan keadilan. Umar bin Khattab menonjol dengan keberanian serta ketegasannya dalam hukum. Utsman bin Affan memperlihatkan kedermawanan dan perannya dalam pengembangan mushaf Al-Qur’an. Ali bin Abi Thalib menghadirkan kebijaksanaan dan keluasan ilmu dalam setiap kebijakan.

Baca Juga Berita :  Kuliah Jalan, Olahraga Jangan Ketinggalan

Konteks modern menjadikan prinsip kepemimpinan Islam sebagai rujukan dalam tata kelola pemerintahan dan organisasi. Konsep syura atau musyawarah selaras dengan prinsip demokrasi partisipatif. Nilai amanah dan keadilan juga memberi solusi untuk krisis kepemimpinan yang muncul di berbagai negara Muslim. (*)

*Reporter: Muhammad Nasruddin

Berita Terkait

FABU Buka Pendataan Status Monev Alumni
Aliansi Mahasiswa Soroti Program MBG, Nilai Kebijakan Belum Menjawab Kebutuhan
Lewat Pena, MP Ekolibrium Dorong Lahirnya Peneliti Muda yang Kritis dan Berdampak
Mahasiswa BK Gagas Twin Classroom Passport dalam Ajang Indonesia-Singapore Essay Competititon 2026
Mengisi Waktu Libur dengan Aktivitas yang Bermanfaat
Wisuda Periode Juni 2026, Plt Rektor Ajak Lulusan Jadi Pembelajar Sejati
Mengenal Dunia Perkuliahan bagi Mahasiswa Baru 2026
Kolaborasi Strategis UNM dan BRIN untuk Kemajuan Riset Indonesia 2045
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:18 WITA

FABU Buka Pendataan Status Monev Alumni

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:15 WITA

Aliansi Mahasiswa Soroti Program MBG, Nilai Kebijakan Belum Menjawab Kebutuhan

Senin, 22 Juni 2026 - 23:22 WITA

Lewat Pena, MP Ekolibrium Dorong Lahirnya Peneliti Muda yang Kritis dan Berdampak

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:27 WITA

Mahasiswa BK Gagas Twin Classroom Passport dalam Ajang Indonesia-Singapore Essay Competititon 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:40 WITA

Mengisi Waktu Libur dengan Aktivitas yang Bermanfaat

Berita Terbaru

Ilustrasi Mahasiswa yang sedang sosialisasi dengan warga, (Foto: AI.)

wiki

Hal yang Sering Menjadi Kendala Mahasiswa Saat KKN

Jumat, 3 Jul 2026 - 23:39 WITA

Ilustrasi seseorang yang sedang flu akibat cuaca perubahan cuaca, (Foto: AI.)

wiki

Perubahan Suhu Udara Tingkatkan Risiko Flu

Jumat, 3 Jul 2026 - 23:28 WITA