PROFESI-UNM.COM — Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi dilantik, Minggu (26/01).
Pelantikan ini menjadi penanda awal pergerakan baru yang menekankan sinergi kelembagaan serta penguatan peran lembaga mahasiswa.
Ketua Maperwa FBS UNM, Nurul Aulia Mutiara Farli, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni. Akan tetapi, titik awal penyatuan gerak antara Maperwa dan BEM dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan hadirnya pemimpin baru, tentu ada bentuk pergerakan yang baru juga. Kami ingin benar-benar menjadi satu pergerakan untuk menyuarakan aspirasi dan kebenaran, khususnya pada Fakultas Bahasa dan Sastra,” ujarnya.
Nurul mengungkapkan, salah satu isu krusial yang menjadi perhatian kepengurusan baru adalah menurunnya minat mahasiswa untuk terlibat dalam lembaga kemahasiswaan. Menurutnya, hal tersebut berkaitan erat dengan citra lembaga pada mata mahasiswa.
“Kami melihat minat mahasiswa aktif untuk bergabung di lembaga mulai menurun. Karena itu, fokus kami saat ini adalah mengembalikan citra lembaga agar mahasiswa kembali percaya,” jelasnya.
Nurul juga menyoroti tantangan awal kepengurusan, mulai dari pembenahan internal hingga menyikapi perbedaan pendapat antarlembaga kemahasiswaan FBS UNM.
“FBS memiliki sekitar 17 lembaga. Perbedaan pendapat itu hal yang realistis dan pada saat situasi itu kami harus bijak mengambil keputusan,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap aspirasi mahasiswa. Maperwa dan BEM FBS UNM berencana menjalankan program reses mahasiswa guna menghimpun data dan kebutuhan nyata mahasiswa.
“Kami ingin memulai dari pengumpulan data, mendengar langsung apa masalah dan kebutuhan mahasiswa, lalu mengawalnya secara kelembagaan,” pungkasnya. (*)
*Reporter: Nathaya Haura Maulidya Rini







