Pelaku Pemalakan Peserta SBMPTN Akan Dapat Sanksi Tegas Dari Universitas

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 1 Juni 2016 - 22:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah peserta tes SBMPTN 2016 yang mengikuti tes tulis di kampus UNM, Selasa (31/5). (Foto: Muh. Agung Eka S - Profesi)
Sejumlah peserta tes SBMPTN 2016 yang mengikuti tes tulis di kampus UNM, Selasa (31/5). (Foto: Muh. Agung Eka S – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Pihak Universitas Negeri Makassar akan memberikan sanksi tegas kepada mahasiswa yang terlibat pemalakan kepada peserta yang menjalani tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) kemarin, Selasa (31/5).

Dihari pelaksanaan tes, sejumlah mahasiswa terlibat pungutan liar berupa tarif parkir dan penjualan stiker yang diluar kewajaran bahkan ada yang menggunakan kekerasan. Mahasiswa ini memberikan tarif parkir yang mahal, mulai dari Rp 10 Ribu – Rp 20 Ribu.

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III), Heri Tahir mengatakan oknum mahasiswa yang terlibat dalam kejadian itu merupakan orang yang tak tahu diri, sangat tidak menggambarkan kalau dia adalah orang yang berpendidikan.

“Perilaku mahasiswa tersebut sangat memalukan dan memberikan citra buruk kepada Universitas, kami akan memberikan sanksi tegas kepada mahasiswa yang melakukan pemukulan dan pemalakan terhadap peserta SBMPTN. Selain itu kami sebelumnya akan melakukan pembinaan kepadanya,” tegasnya.

Baca Juga Berita :  Maksimalkan Potensi Kader, BEM FIS Adakan Camp Advokasi

Sebelumnya, Rahman dan Ali (Samaran) dua orang peserta SBMPTN mendapat pukulan dari sejumlah mahasiswa, karena tidak ingin membayar parkir yang sangat mahal untuk kedua kalinya.

Padahal, ia telahtelah membayar uang parkir sebelumnya, tidak lama kemudian ia dimintai kembali uang parkir dengan tarif yang lebih mahal.

“Tadi sudah bayar parkir, tapi minta lagi dibayar, sebelumnya pun saya sudah disuruh beli stiker,” ungkap Rahman. (*)


*Reporter: Fatimah Muffidah Azzahra 

Berita Terkait

Mahasiswa Bahasa Jerman 2024 Jadi Mawapres Berkat Keluar dari Zona Nyaman
Mahasiswa Semester Dua JTIK Raih Juara Satu Pilmapres Fakultas Teknik
Satu Suara di Depan Menara Phinisi, Bergerak Desak Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM
Andreas Finalis COC Season 2 Meriahkan UIGTC 2026
Terima SP2HP, Pelapor Dorong Pengusutan Karta Jayadi Lewat UU TPKS
Dari Proses ke Prestasi, Raih Juara Lomba Esai Sastra
Pendamping Hukum ZM Nilai JPU Mencocokkan Fakta dengan Asumsi Pribadi
Pledoi Pendamping Hukum ZM, Saksi Akui Dipaksa Aparat Kepolisian

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:22 WITA

Mahasiswa Bahasa Jerman 2024 Jadi Mawapres Berkat Keluar dari Zona Nyaman

Rabu, 1 April 2026 - 21:50 WITA

Mahasiswa Semester Dua JTIK Raih Juara Satu Pilmapres Fakultas Teknik

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:03 WITA

Satu Suara di Depan Menara Phinisi, Bergerak Desak Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM

Kamis, 29 Januari 2026 - 23:40 WITA

Andreas Finalis COC Season 2 Meriahkan UIGTC 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:04 WITA

Terima SP2HP, Pelapor Dorong Pengusutan Karta Jayadi Lewat UU TPKS

Berita Terbaru

Potret Universitas Negeri Makassar, (Foto: Int.)

Perguruan Tinggi Negeri

Tips dan Strategi untuk Lulus di Universitas Negeri Makassar

Jumat, 17 Apr 2026 - 17:35 WITA

Potret Beberapa Obat Obatan, (Foto: Int.)

wiki

Obat-Obatan Wajib yang Perlu Dimiliki Anak Kos

Jumat, 17 Apr 2026 - 17:29 WITA