PROFESI-UNM.COM – Pusat Studi dan Dakwah Mahasiswa Muslim (Pusdamm) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan kegiatan Paradigma 2025 (Penguatan Arah Roadmap Aktualisasi Diri dan Gagasan Mahasiswa) pada Sabtu, (29/11).
Panitia menempatkan pelaksanaan acara di Ruang DG 105–106 JBSI FBS UNM untuk laki-laki dan DH 101–102 JBI FBS UNM untuk perempuan.
Panitia menghadirkan dua keynote speaker, Syamsu Rijal selaku Wakil Dekan III FBS UNM dan Muhammad Saleh selaku Pembina Pusdamm BEM FBS UNM. Selain itu, acara juga menampilkan tiga pemateri dengan latar belakang keilmuan yang beragam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan mengusung tema “Menata Arah, Membangun Gagasan”, panitia menekankan penguatan karakter, perluasan visi akademik, dan penyusunan gagasan strategis mahasiswa.
Ketua Panitia, Zulfikar, menjelaskan tujuan utama kegiatan tersebut bagi mahasiswa baru.
“Penguatan ukhuwah islamiah dengan mahasiswa baru, pengembangan diri tentang kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan spiritual (SQ), dan kecerdasan emosional (EQ), penguatan nilai-nilai urgensi bertarbiah dan berdakwah, serta pembentukan KKI bagi mahasiswa baru,” ujarnya.
Zulfikar juga menyampaikan beberapa tantangan yang mereka hadapi selama persiapan.
“Prosesnya tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah juga, tetapi kami menghadapi beberapa kendala, seperti kondisi kampus yang sedang direnovasi sehingga mahasiswa harus belajar secara online. Selain itu, waktu kegiatan yang berdekatan dengan UAS ikut menyulitkan panitia. Tetapi alhamdulillah semuanya tetap berjalan aman dan lancar,” jelasnya.
Ia kemudian mengungkapkan harapan besar untuk seluruh peserta.
“Saya selaku Ketua Panitia Paradigma 2025 berharap kegiatan ini dapat menjadi wasilah bagi seluruh peserta untuk menemukan arah perjalanan akademik, memperjelas roadmap pengembangan diri, serta menumbuhkan gagasan-gagasan besar yang bermanfaat bagi umat dan kampus tercinta,” tambahnya.
Zulfikar menegaskan bahwa kegiatan ini harus memberikan dampak nyata bagi mahasiswa.
“Saya berharap agenda ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi titik awal lahirnya mahasiswa yang visioner, produktif, dan memiliki kesadaran spiritual yang kuat,” tutupnya. (*)
*Reporter: Muhammad Nasruddin







