Orang Tua Terkena Dampak Corona, Mahasiswa UNM Minta Keringanan UKT

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2020 - 04:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Virus Corona telah menjadi musuh semua negara. Dampak yang dihasilkannya pun tak hanya menyentuh sisi kesehatan saja. Dampak lainnya juga mengincar sisi perekonomian.

Mahasiswi Jurusan Manajemen yang berinisial H contohnya. Orang tua H yang hanya berjualan di pasar turut mendapat imbas dari pandemi ini. Ia mengaku, pendapatan orang tuanya turun akibat peraturan pembatasan jam pasar karena harus mengikuti standar protokoler Corona.

Sedangkan setiap tahunnya, ia harus membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebanyak Rp6juta, “Kalau pas Corona ini turun karena pasar hanya buka sampai jam 12 siang,” katanya saat diwawancarai via WhatsApp, Selasa (9/6).

Ia mengungkapkan, jika penghasilan orang tuanya sebelum Corona rata-rata Rp300ribu perbulan. Namun saat ini, perbulannya Ia hanya mampu menghasilkan Rp200ribu perbulan.

Belum lagi, orang tuanya masih menanggung dua adiknya yang masih duduk di bangku sekolah, “Masih ada dua adik ku yang masih sekolah,” ungkapnya.

Mahasiswi angkatan 2018 ini pun berharap agar pihak kampus bisa memberikan kebijakan terhadap mahasiswanya di masa pandemi ini.

“Mungkin harapanku ini sama dari teman-teman mahasiswa lain, cuma minta kebijakan dari kampus itu meringankan pembayaran semester depan dengan penurunan UKT 20-50%,” harapnya.

Tak jauh beda dengan H, AA juga berharap banyak akan adanya kebijakan untuk keringanan UKT semester depan. Apalagi, selama masa pandemi, Ia tak banyak merasakan fasilitas kampus.

Baca Juga Berita :  Rombongan BEM UNM Tinjau Kampus V UNM

“Kalau memang belum bisa masuk ke kampus mungkin UKT bisa digratiskan kalau tidak bisa juga di gratiskan, adakan pemotongan UKT saja,” katanya.

Setiap tahunnya, AA juga harus merogoh koceknya Rp6juta untuk tetap melanjutkan perkuliahannya. Mahasiswi Jurusan Manajemen ini mengaku hanya mengandalkan gaji pensiunan almarhum bapaknya yang masih sangat kurang untuk menanggung biaya UKT nya.

“Selama ini untuk buat bayar UKT dan keperluan lainnya dari uang pensiunan almarhum bapak itu Rp500 ribu. Biasa juga dibantu sama bibi,” akunya.(*)

*Reporter: Muh. Sauki Maulana

Berita Terkait

1000 Karya dalam Satu Pameran, Padukan Kaligrafi Islam, Latin, dan Lontara
Dialog IPPM Pangkep, Pendidikan Dinilai Kian Tergeser dari Agenda Prioritas Negara
Mahasiswa Teknik Mesin UNM Nilai Workshop Self-Regulated Learning Efektif Cegah Risiko Drop Out
Guru Besar FSD Gelar Pameran Tunggal Kaligrafi
Workshop UTBK Perkuat Literasi Inggris Siswa Kelas XII
Pameran Tunggal Kaligrafi Hadirkan Nuansa Budaya dan Spiritualitas
Jawab Tantangan Zaman Digital, PK IMM FIS-H UNM Buka Pelatihan Pembuatan Web
Belajar di Balik Mikrofon, Mahasiswa UNM Cicipi Dunia Profesional Radio Insania
Berita ini 39 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 04:24 WITA

Dialog IPPM Pangkep, Pendidikan Dinilai Kian Tergeser dari Agenda Prioritas Negara

Jumat, 13 Februari 2026 - 04:00 WITA

Mahasiswa Teknik Mesin UNM Nilai Workshop Self-Regulated Learning Efektif Cegah Risiko Drop Out

Jumat, 13 Februari 2026 - 03:51 WITA

Guru Besar FSD Gelar Pameran Tunggal Kaligrafi

Jumat, 13 Februari 2026 - 02:59 WITA

Workshop UTBK Perkuat Literasi Inggris Siswa Kelas XII

Jumat, 13 Februari 2026 - 02:46 WITA

Pameran Tunggal Kaligrafi Hadirkan Nuansa Budaya dan Spiritualitas

Berita Terbaru

Potret Penulis: Muhammad Hilmi Assidiqy Yusuf, (Foto: Ist)

Opini

Quo Vadis Lembaga Kemahasiswaan : Masih Relevankah?

Sabtu, 14 Feb 2026 - 21:38 WITA

Pamflet Kegiatan Pelatihan Braille HMJ PKH FIP UNM, (Foto: Int)

KILAS LK

Sentuh Aksara, HMJ PKH FIP UNM Gelar Pelatihan Braille

Sabtu, 14 Feb 2026 - 21:17 WITA