[OPINI] Transformasi Digital dalam Administrasi Publik: Meningkatkan Pelayanan Melalui Pemasangan Alat Turnstile Di Pelindo Regional 4 Makassar Melalui Lensa Filosofi Plato

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 November 2023 - 03:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret penulis, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Penggunaan teknologi informasi telah mengubah lanskap administrasi publik secara principal. Transformasi digital menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas layanan publik, meningkatkan efisiensi, dan merespons tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Dalam era di mana teknologi terus berkembang, penerapan solusi digital dalam administrasi publik menjadi suatu keharusan. Transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan suatu keharusan untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi dalam administrasi publik.

Sama halnya dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Teritorial 4 Makassar yang tidak mau kalah dalam hal transformasi digital. Pelabuhan yang ada di Makassar, sebagai pusat aktivitas maritim dan perdagangan, merangkul transformasi digital dengan pemasangan alat Turnstile di get 2 untuk jalur pejalan kaki. Inovasi ini membawa harapan besar dalam meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi di Pelindo Regional 4 Makassar.

Turnstile adalah suatu alat pengaman atau pintu berputar yang dirancang untuk mengatur akses orang atau kendaraan pada suatu region tertentu. Alat ini biasanya digunakan untuk mengontrol lalu lintas manusia dalam suatu tempat. Melalui penggunaan Turnstile, setiap individu yang berencana memasuki Pelabuhan Makassar diharuskan menggunakan kartu e-money pribadinya. Penting untuk memastikan bahwa saldo dalam kartu e-money yang digunakan oleh pejalan kaki mencukupi untuk memfasilitasi akses masuk ke pelabuhan. Dengan cara ini, sistem dapat berfungsi secara ideal dan pengguna dapat dengan lancar melewati Turnstile tanpa kendala. Pastikan bahwa saldo yang mencukupi juga menjadi aspek yang diperhatikan agar pengalaman masuk ke pelabuhan tetap efisien dan tanpa hambatan.

Selain itu saat dikonfirmasi iwan kepada mimbarmartim.com, Jumat (10/11/23) ia menjelaskan Dengan menerapkan Turnstile pada pejalan kaki yang memasuki Pelabuhan Makassar menggunakan kartu e-money di gate, hal ini tentunya akan secara pasti mengurangi atau bahkan menghapuskan praktik pungutan liar atau pungli di wilayah Pelabuhan Makassar. Selain itu iwan juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan di Pelabuhan Makassar melalui pemanfaatan teknologi digital, sehingga dapat lebih efektif dan efisien dalam mengurangi praktik pungutan liar (pungli). ” Khususnya karena pelabuhan berperan sebagai titik pusat yang sangat penting dalam alur ekspor dan
impor, menjadi pintu utama bagi manusia, barang, tumbuhan, dan hewan,” katanya.

Dengan adanya Turnstile tentunya membuka pintu keamanan yang lebih ketat. Melalui pengenalan otomatis dengan teknologi pemindaian, setiap individu yang masuk atau keluar dapat teridentifikasi dengan cepat, menciptakan lapisan keamanan yang lebih baik. Expositions otomatisasi Turnstile meminimalkan waktu tunggu, memungkinkan pejalan kaki untuk melewati pintu masuk dengan cepat dan efisien. Hal ini tidak hanya menghemat waktu pengguna, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan keamanan pelabuhan secara keseluruhan.

Informasi yang dihasilkan oleh Turnstile dapat memberikan wawasan yang berharga. Mulai dari jumlah pejalan kaki hingga pola waktu saat ramai, informasi ini dapat membantu dalam perencanaan operasional dan pengambilan keputusan yang lebih cerdas. Dengan proses
yang lebih efisien, pengalaman pengguna di Pelabuhan Makassar dapat ditingkatkan. Antrian yang lebih pendek dan navigasi yang lebih cepat memberikan citra positif dan nyaman bagi pengguna pelabuhan.

Baca Juga Berita :  Manajemen Waktu yang Baik, Kunci Ramlah Raih Gelar Wisudawan Terbaik FIS UNM

Namun, seperti setiap penerapan inovasi lainnya, pemasangan Turnstile tentunya juga akan dihadapkan pada tantangan. Beberapa masyarakat mungkin belum terbiasa dengan teknologi ini, dan perlunya edukasi mengenai cara penggunaan dan manfaatnya. Oleh karena itu, pelibatan masyarakat dalam sosialisasi dan edukasi intensif kepada masyarakat mengenai cara penggunaan Turnstile, keuntungan, dan langkah keamanan yang diterapkan akan menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan dalam penerapan program ini.

Dalam pandangan saya, pemasangan Turnstile di get 2 pada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar adalah langkah maju yang penting. Ini bukan hanya tentang efisiensi operasional, melainklan juga menciptakan fondasi untuk pelabuhan yang terhubung, aman, dan efisien secara teknologi. Transformasi digital seperti ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pengguna, tetapi juga menciptakan model pelabuhan yang lebih modern dan sesuai dengan tuntutan zaman. Transformasi digital dalam administrasi publik pada tingkat pelabuhan bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga representasi dari komitmen Pelindo Regional 4 untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Dengan menggabungkan teknologi dan pelayanan yang humanis, Pelabuhan Makassar siap menyambut masa depan yang lebih efisien, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

*Penulis adalah Nining Angraeni Ningsih, Prodi Pascasarjana Ilmu Administrasi Publik, Universitas
Negeri Makassar

Berita Terkait

[OPINI] Mengeja Kerapuhan Gerakan Mahasiswa: Antara Progresifitas dan Politik Arah Baru
[OPINI] DAS Saddang kabupaten Enrekang: Dari Sumber Kehidupan Menjadi Objek Investasi
[OPINI] Enrekang berada di persimpangan: Antara Kemajuan atau Kehilangan
[OPINI] Kemegahan Yang Menipu: Realitas di Balik Gedung Pinisi UNM
[OPINI] Paradoks LK UNM: Kubangan Kotor Menuju Krisis Legitimasi Mahasiswa
[OPINI] Ancaman Tambang terhadap Ruang Hidup dan Kedaulatan Lahan Masyarakat Enrekang
Patriarki dalam Lembaga Kemahasiswaan UNM: Menggugat Ilusi Kesetaraan
[OPINI] Menara Pinisi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:25 WITA

[OPINI] Mengeja Kerapuhan Gerakan Mahasiswa: Antara Progresifitas dan Politik Arah Baru

Selasa, 28 April 2026 - 21:00 WITA

[OPINI] DAS Saddang kabupaten Enrekang: Dari Sumber Kehidupan Menjadi Objek Investasi

Selasa, 28 April 2026 - 20:08 WITA

[OPINI] Enrekang berada di persimpangan: Antara Kemajuan atau Kehilangan

Sabtu, 25 April 2026 - 11:39 WITA

[OPINI] Kemegahan Yang Menipu: Realitas di Balik Gedung Pinisi UNM

Jumat, 24 April 2026 - 01:30 WITA

[OPINI] Paradoks LK UNM: Kubangan Kotor Menuju Krisis Legitimasi Mahasiswa

Berita Terbaru

Sesi foto bersama dalam agenda pelatihan penulisan berita dan persuratan, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

FT Gelar Pelatihan Persuratan, Dekan Singgung Target PPK Ormawa Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:50 WITA

Potret Fachruddin Palapa saat memberikan materi, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

Perkuat Keterampilan Jurnalistik, FT Latih Mahasiswa Penulisan Berita

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:40 WITA

Foto Muh. Syekh Mikail Attahillah Ketua Formatur HMPS Pendidikan Sosiologi, (Foto: Ist.)

Formatur Ketua Umum

HMPS Pendidikan Sosiologi Tetapkan Ketua Formatur Baru di Mubes XV

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:36 WITA

Potret Pimpinan Jurusan, Prodi, dan Fakultas FISH (Foto: Int.)

Pendidikan Sejarah

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Gelar Pameran Budaya Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:04 WITA

E-TABLOID 295

Tabloid

E-TABLOID 295

Senin, 11 Mei 2026 - 23:02 WITA