[Opini] Tempatkan Organisasi Pada Tempatnya

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 12 Januari 2019 - 14:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Organisasi ialah wadah yang menampung sekumpulan manusia demi mencapai suatu tujuan penting secara bersama, Di Indonesia sudah sangat banyak organisasi yang bermunculan, jenisnya pun beragam ada organisasi yang mengincar profit, organisasi daerah, organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat, organisasi kepentingan politik dan tujuannya pun pasti beragam entah ka itu bersifat positif ataukah negatif, tergantung dari tujuan organisasi tersebut. Yang terpenting dari sebuah organisasi ialah sumber daya manusianya, wadah itu tak akan berjalan tanpa adanya penggerak. Seperti kutipan seorang kapten industri dan tokoh bisnis Amerika, pendiri Ford Motor Company “Datang Bersama adalah awal, tinggal bersama adalah kemajuan dan bekerja sama adalah sukses” (Henry Ford).

Di lingkungan kampus lah yang sangat memiliki segudang organisasi, setidaknya di lingkungan kampus juga yang dapat merubah karakter seseorang melalui organisasi untuk menggapai keberhasilan, tetapi tidak sedikit juga organisasi yang keluar dari hakekatnya, seperti ulasan saya di bawah ini.

Baca Juga Berita :  Ini Visi Misi Dua Bakal Calon Ketua HIMA PPB FIP UNM

Lembaga atau organisasi zaman sekarang kian berubah akibat dipersulit oleh kegiatan akademik, padahal kegiatan akademik tidak sepenuhnya menjamin kesuksesan. Kegiatan akademik memang lah sangat dibutuhkan tetapi apa gunanya kalau hanya mendengar teori tanpa adanya praktek seperti terjun langsung ke lapangan. Lembaga atau organisasi sekarang disalah fungsikan oleh sebagian orang karena lebih mementingkan niat pribadi, dan kekuasaan. Penyalahgunaan jabatan pun termasuk dalam pelecehan lembaga atau organisasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyalahgunaan organisasi tersebut seakan menjadi kritikan untuk kita semua, mengapa organisasi zaman sekarang sudah melenceng dari tujuannya?. Padahal manfaat berorganisasi lebih dari segudang seperti membentuk emotional intelegent, mengembangkan kemampuan public speaking, melahirkan pemimpin baru, dll. Faktanya daftar sepuluh orang terkaya di Indonesia versi majalah forbes tak ada satupun tokoh tersebut yang tidak memiliki pengalaman organisasi.

Baca Juga Berita :  [Opini] Letupan Film Sexy Killers Dimomentum Babak Akhir Pemilu

Bahkan anehnya lagi, ada juga segelintir orang yang tak paham tentang organisasi tetapi paham tentang mengkritik organisasi ada pula mengejek-ejeknya padahal sama sekali tidak paham apa tujuan organisasi tersebut. Yang sangat lucu ialah ada juga yang menjadikannya sebagai ajang unjuk gigi siapa yang lebih tangguh.

Bukan cuma itu, sebagian orang juga menganggap organisasi itu tidak lah penting padahal di dunia ini manusia takkan bisa menjelma jadi jutawan ataupun milliarder tanpa adanya bantuan ataupun pengalaman dari organisasi.

Semoga di tahun yang baru ini kita dapat menciptakan sebuah organisasi yang sesuai dengan niatnya. Tidak ada lagi penyalahgunaan organisasi, pemanfaatan jabatan, dll.


*Penulis adalah Muh. Kahfi, Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Makassar (UNM)

Berita Terkait

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 
[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi
[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis
[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.
[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan
[OPINI] Saat Pendidikan Kehilangan Mata Air Kemanusiaan: Sekolah yang Sibuk Mengukur, Tapi Lupa untuk Memeluk.
[ OPINI ] Ketika Pengabdian Guru Dijadikan Alasan untuk Membiarkan Ketidakadilan
[OPINI] Metafora Analitis Hukum Newton III dan Psikologi Kebijakan: Setiap Aksi Negara Melahirkan Reaksi Manusia
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05 WITA

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:25 WITA

[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi

Senin, 8 Juni 2026 - 20:27 WITA

[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:32 WITA

[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:12 WITA

[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan

Berita Terbaru

Ilustrasi Mahasiswa yang sedang sosialisasi dengan warga, (Foto: AI.)

wiki

Hal yang Sering Menjadi Kendala Mahasiswa Saat KKN

Jumat, 3 Jul 2026 - 23:39 WITA

Ilustrasi seseorang yang sedang flu akibat cuaca perubahan cuaca, (Foto: AI.)

wiki

Perubahan Suhu Udara Tingkatkan Risiko Flu

Jumat, 3 Jul 2026 - 23:28 WITA