PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa juga layak dan perlu mendapatkan program makanan bergizi (MBG). Selama ini, perhatian terhadap pemenuhan gizi lebih banyak difokuskan pada siswa sekolah, sementara mahasiswa kerap dianggap sudah mandiri dan mampu mengatur kebutuhan dasarnya sendiri. Padahal, realitas kehidupan mahasiswa menunjukkan sebaliknya. Beban akademik yang padat, tuntutan organisasi, pekerjaan paruh waktu, hingga tekanan deadline membuat banyak mahasiswa mengabaikan pola makan sehat. Tidak sedikit dari mereka yang menunda makan, mengganti makanan bergizi dengan makanan instan, atau bahkan lupa makan sama sekali.
Kondisi tersebut tentu berdampak pada kesehatan fisik dan mental mahasiswa. Kekurangan asupan gizi dapat menurunkan konsentrasi, daya tahan tubuh, serta produktivitas belajar. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memengaruhi kualitas sumber daya manusia yang sedang dipersiapkan melalui pendidikan tinggi. Mahasiswa yang seharusnya berada pada fase produktif justru berisiko mengalami kelelahan kronis dan stres berkepanjangan akibat pola hidup yang tidak seimbang.
Oleh karena itu, program makanan bergizi bagi mahasiswa menjadi relevan dan penting untuk dipertimbangkan. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai bentuk dukungan negara atau institusi pendidikan terhadap keberhasilan akademik mahasiswa. Dengan asupan gizi yang cukup, mahasiswa dapat belajar dengan lebih fokus, sehat, dan optimal. Pada akhirnya, investasi pada gizi mahasiswa merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas generasi penerus bangsa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
*Penulis : Dwi Aktifa Putri







