Nadiem Hapus Skripsi Sebagai Syarat Kelulusan Mahasiswa

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 30 Agustus 2023 - 23:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim kini menghapus skripsi sebagai satu-satunya syarat kelulusan bagi mahasiswa perguruan tinggi.

Aturan baru tersebut diterbitkan seiring peluncuran Merdeka Belajar Episode Ke-26: Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi di Jakarta pada Selasa, (29/8). Hal ini mengacu pada Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023, tentang penjaminan mutu Pendidikan tinggi.

Menurut Nadiem, sejauh ini ada banyak kendala yang dialami kampus maupun mahasiswa terkait tugas akhir. Selain beban dari segi waktu, hal ini juga menghambat mahasiswa dan perguruan tinggi bisa bergerak luas merancang proses dan bentuk pembelajaran sesuai kebutuhan keilmuan dan perkembangan teknologi.

“Padahal perguruan tinggi perlu menyesuaikan bentuk pembelajaran agar lebih relevan dengan dunia nyata. Karena itu perguruan tinggi perlu ruang lebih luas untuk mengakui dan menilai hasil pembelajaran di luar kelas,” kata Nadiem, dilansir dari kanal YouTube Kemendikbud Ristek, Selasa (29/8).

Pendiri Gojek tersebut juga mengatakan tidak semua prodi atau jurusan bisa mengukur kompetensi mahasiswanya hanya dari skripsi saja. Misalnya, prodi vokasi akan lebih cocok dengan tugas akhir seperti proyek atau profil dan bentuk lainnya.

Baca Juga Berita :  Manfaatkan Tools AI sebagai Pendukung Penulisan Skripsi

“Misalnya seperti prodi dalam vokasi, apakah jika mahasiswanya menulis karya ilmiah yang terpublis secara scientific adalah cara tepat padahal kompetensi dia technical skill,” tambah Nadiem.

Dalam pidato pembukaan tersebut pula Ia mengatakan untuk keputusan bebas skripsi, tesis, diambil alih oleh masing-masing Kepala Program Studi atau Kaprodi bukan lagi diambil alih oleh Kemendikbud Ristek.

“Kaprodi bisa menentukan apakah tugas akhir skripsi atau bentuk lain sudah cocok untuk mahasiswa, mereka yang menentukan,” pungkasnya. (*)

*Reporter: Ibnu Qayyum Abdullah/ Editor: Firmansyah

Berita Terkait

Nadiem Jelaskan Urgensi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan
Segera Daftar, MSIB Angkatan 5 Dibuka Hingga 7 Juni Mendatang
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Oktober 2023 - 11:48 WITA

Nadiem Jelaskan Urgensi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan

Rabu, 30 Agustus 2023 - 23:06 WITA

Nadiem Hapus Skripsi Sebagai Syarat Kelulusan Mahasiswa

Minggu, 21 Mei 2023 - 01:38 WITA

Segera Daftar, MSIB Angkatan 5 Dibuka Hingga 7 Juni Mendatang

Berita Terbaru

Sesi foto bersama dalam agenda pelatihan penulisan berita dan persuratan, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

FT Gelar Pelatihan Persuratan, Dekan Singgung Target PPK Ormawa Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:50 WITA

Potret Fachruddin Palapa saat memberikan materi, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

Perkuat Keterampilan Jurnalistik, FT Latih Mahasiswa Penulisan Berita

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:40 WITA

Foto Muh. Syekh Mikail Attahillah Ketua Formatur HMPS Pendidikan Sosiologi, (Foto: Ist.)

Formatur Ketua Umum

HMPS Pendidikan Sosiologi Tetapkan Ketua Formatur Baru di Mubes XV

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:36 WITA

Potret Pimpinan Jurusan, Prodi, dan Fakultas FISH (Foto: Int.)

Pendidikan Sejarah

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Gelar Pameran Budaya Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:04 WITA

E-TABLOID 295

Tabloid

E-TABLOID 295

Senin, 11 Mei 2026 - 23:02 WITA