PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali mengharumkan nama kampus melalui partisipasi dalam ajang internasional Creathink Fest Preneur x International Youth Connection. Ajang tersebut melalui rangkaian final presentasi yang digelar di Singapura dan Malaysia, berlangsung pada, (9–12/12)
Kegiatan ini diikuti oleh dua mahasiswa UNM, yaitu dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Ilham Nur, jurusan Kewirausahaan angkatan 2023 dan Taufik Hidayat, dari Fakultas Psikolog (FPsi), jurusan Psikologi angkatan 2023. Adapun venue utama perlombaan bertempat di International Youth Center Malaysia dengan kategori International Business Plan Competition.
Dalam kompetisi tersebut, Ilham, selaku perwakilan tim menjelaskan bahwa mereka mengusung ide bisnis bertajuk “Vistap: Kartu Nama Digital Berbasis Teknologi NFC”. Inovasi ini menawarkan solusi pengganti kartu nama konvensional berbahan kertas yang dinilai kurang efisien dan berdampak pada peningkatan limbah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mahasiswa angkatan 23 itu, menjelaskan bahwa ide Vistap muncul dari permasalahan penggunaan kartu nama konvensional yang jumlahnya sangat banyak dan sering terbuang percuma. Selain itu, perubahan informasi seperti nomor kontak atau media sosial mengharuskan pemilik kartu mencetak ulang kartu nama baru.
“Awal munculnya ide ini karena kami melihat banyaknya sampah kertas dari kartu nama konvensional yang digunakan orang-orang. Belum lagi jika ada perubahan informasi, kartu tersebut harus dicetak ulang sehingga kurang efisien,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penggunaan kartu nama digital berbasis teknologi NFC di Indonesia masih tergolong baru. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang karena di luar negeri inovasi serupa sudah banyak dikembangkan.
“Di Indonesia sendiri penggunaan kartu nama digital ini masih sangat minim, bahkan bisa dibilang belum ada atau jarang. Hal inilah yang mendorong kami menghadirkan Vistap sebagai solusi yang lebih modern dan relevan,” tambahnya.
Vistap dengan Sistem Kartu Digital
Vistap dirancang dengan sistem kartu digital yang memiliki chip NFC di dalamnya. Melalui chip tersebut, berbagai informasi seperti kontak, email, media sosial, hingga portofolio dapat diakses hanya dengan satu kali tap ke ponsel pintar.
“Pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan karena kartunya bersifat pure tap. Semua data juga bisa diubah secara real time tanpa harus mencetak ulang kartu nama,” lanjutnya.
Selain praktis, Vistap juga menawarkan penggunaan jangka panjang karena hanya membutuhkan satu kali pembelian. Konsep ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan kertas sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Ilham menyebut bahwa Vistap tidak hanya hadir sebagai solusi lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesan profesional bagi penggunanya. Target pasar inovasi ini mencakup pelaku usaha serta anak muda yang aktif dalam kegiatan bisnis dan networking.
“Kami ingin kartu nama ini membawa kesan eksklusif dan profesional bagi penggunanya. Vistap cocok untuk pebisnis maupun anak muda yang ingin membangun relasi,” ucapnya.
Mengikuti ajang internasional ini menjadi pengalaman berharga bagi Ilham. Ia mengaku bangga karena untuk pertama kalinya berkesempatan mengikuti kegiatan hingga ke luar negeri dan bertemu dengan banyak peserta inspiratif.
“Jujur bangga banget, karena ini pengalaman pertama saya mengikuti kegiatan sampai ke luar Indonesia. Di sana saya bertemu banyak orang-orang hebat dan anak-anak muda, serta pemateri dengan ide-ide luar biasa,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan harapannya agar pihak kampus dapat memberikan bimbingan lebih intens kepada mahasiswa. Menurutnya, banyak potensi mahasiswa UNM yang dapat berkembang lebih jauh jika mendapat pendampingan yang tepat.
“Untuk harapan sangat membutuhkan bimbingan dari pihak kampus untuk kegiatan-kegiatan yang lain. Saya yakin banyak mahasiswa hebat di UNM, namun belum dapat bimbingannya,” harapnya. (*)
*Reporter: Nurkhaerunnisa Aszahra Saleh







