PROFESI-UNM.COM – Lontara International Conference 2026 menjadi salah satu rangkaian Dies Natalis ke-65 Universitas Negeri Makassar (UNM). Konferensi ini mempertemukan akademisi dari dalam dan luar negeri untuk memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, bahasa, sastra, dan budaya.
Sekretaris Panitia Lontara International Conference 2026, Nur Aini, mengatakan konferensi ini membuka peluang kerja sama antarkampus. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memberikan manfaat bagi dosen, peneliti, mahasiswa, hingga masyarakat.
“Tujuan utamanya adalah sebagai ajang untuk lebih memperbanyak relasi dan koneksi, baik dalam negeri maupun luar negeri. Nantinya akan berdampak bagi akademisi, peneliti, pengabdi, mahasiswa, dan masyarakat,” ujarnya, Jumat (17/7).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Konferensi tahun ini mengangkat tema Crossing Boundaries: Language, Literature, and Culture in the Age of AI and Global Interconnectivity. Nur Aini mengatakan tema tersebut dipilih karena perkembangan AI semakin dekat dengan kehidupan akademik.
“AI sekarang sudah menjadi bagian dari mahasiswa maupun dosen. Karena itu, kami mengangkat tema yang menghubungkan bahasa, sastra, budaya, dan perkembangan teknologi,” katanya.
Nur Aini menambahkan konferensi ini tidak hanya menghadirkan pemateri internasional. Ia menyebut panitia juga memfasilitasi kerja sama antarperguruan tinggi.
“Di conference ini bukan hanya internasional conference sesi speaker. Tetapi juga ada beberapa MoU untuk ajang kerja sama bagi kampus-kampus di dalam negeri dan luar negeri,” jelasnya.
Panitia berharap konferensi ini terus berlanjut setiap tahun. Mereka juga ingin kegiatan tersebut mendorong lahirnya lebih banyak penelitian internasional.
“Harapan kami, conference ini bukan akan selesai dalam satu kali saja. Kami harap ini akan menjadi annual untuk sustainability. Output-nya nanti bukan hanya untuk kampus kita, tetapi juga masyarakat dalam negeri maupun luar negeri,” pungkasnya. (*)
*Reporter: Rosdiana







