PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) di bawah naungan Dewan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (DEMA JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM). Lembaga ini melaksanakan kegiatan bakti sosial kepada masyarakat desa sala’jangki kecamatan Bontonompo selatan, kabupaten Gowa dari tanggal 6 hingga 12 Juli 2026.
Kegiatan tahunan “PANRITA VOL. VI” memiliki filosofis dan singkatan unik. Ketua Umum HMPS PBSD DEMA JBSI, Fahril mengungkapkan alasan pemilihan nama tersebut.
“Namanya PANRITA secara filosofis adalah orang yang di percaya atau seorang pemimpin, pemberani, dan cerdas. Tapi PANRITA ini adalah singkatan dari Pannulung Ri rupa Tau artinya membantu sesama manusia,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan menyajikan seminar pendidikan dan identitas budaya. Ada juga workshop, tari, musik, sastra, serta lomba anak dan remaja. Fahril mengatakan, antusiasme masyarakat terus meningkat setiap hari sejak pembukaan.
“Setiap harinya menarik karena antusias masyarakat setiap hari bertambah banyak mulai dari hari pertama sampai hari ini. Apalagi kolaborasi dengan pemuda-pemudi yang ada di desa sala’jangki kecamatan Bontonompo selatan kabupaten Gowa,” katanya.
Kegiatan ini mengusung tema “Satu Aksi, Sejuta Peduli ri Butta Tubarania”. Fahril menjelaskan bahwa kondisi realitas pemuda-pemudi di Desa tersebut banyak memiliki bakat namun mereka kekurangan wadah untuk pengembangan.
“Secara kondisi realita banyak pemuda-pemudi yang memiliki bakat baik dari sastra, musik, dan tari namun tidak ada wadah untuk pengembangan minat bakatnya. Sehingga kedatangan dari panitia membantu pemuda-pemudi dan masyarakat, baik secara pelatihan dan pengembangan dari segi kebudayaan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Fahril mengajak mahasiswa membagikan ketulusan di tengah masyarakat demi membantu sesama. Ia berharap pesan peduli dapat menggerakkan mahasiswa lain untuk melakukan aksi serupa. (*)
Reporter: Ratna Wulandari








