PROFESI-UNM.COM – Sarjana Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) Universitas Negeri Makassar, berhasil lolos Beasiswa AWS Cloud Practitioner dan Pelatihan Bahasa Jepang yang diumumkan pada Minggu, (30/11).
Capaian ini menunjukkan persiapan yang terarah dan konsisten dapat meningkatkan peluang lolos program pengembangan kompetensi berskala nasional.
Ir’fikri Anggara Hasbar, Fikri sapaannya, menekankan minat pada bidang Information Technology (IT) yang telah tumbuh sejak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membuatnya terbiasa belajar mandiri, memperdalam materi luar perkuliahan, serta memanfaatkan waktu libur untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik dan profesional ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam proses pencarian peluang, Ia menilai jejaring pertemanan memiliki peran penting. Ia mengetahui informasi beasiswa dari rekannya dari Teknik Komputer (Tekom) dan segera memutuskan mendaftar karena memiliki tujuan karier di luar negeri.
“Saya dapat informasi dari teman saya Tekom dan mengajak untuk ikutan daftar karena sejak awal saya minat mempersiapkan karier luar negeri,” ujarnya.
Terkait seleksi, Ia menjelaskan kekuatan Curriculum Vitae (CV) menjadi aspek krusial. Ia secara tidak langsung menegaskan bahwa CV yang kompetitif harus mencerminkan proses pengembangan diri yang berkelanjutan melalui pelatihan, sertifikasi, serta pengalaman yang relevan dengan bidang teknologi informasi.
Selain dokumen administratif, kehadiran digital juga menjadi perhatian. Fikri menyampaikan bahwa personal branding
profesional perlu dibangun secara konsisten karena menjadi bahan pertimbangan tambahan bagi penyeleksi.
“Bukan hanya CV yang dinilai, namun keaktifan pada LinkedIn juga menjadi nilai tambah,” jelasnya.
Fikri menekankan pentingnya memiliki tujuan yang jelas agar mampu bertahan dalam proses seleksi yang ketat. Ketertarikannya berkarier di Jepang dan keinginan menguasai bahasa Jepang menjadi motivasi utama untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang disediakan.
Ia mendorong mahasiswa agar berani mencoba setiap peluang yang ada.
“Yang terpenting adalah keberanian untuk mendaftar,” tuturnya. (*)
*Reporter: Insyiraah Putri Aeni Hs







