Kegiatan PMP ke-23 UKM LPM Penalaran UNM Resmi Ditutup

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 25 Oktober 2020 - 13:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Pelatihan Metedologi Penelitian (PMP) yang ke-23 yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) secara resmi ditutup secara luring di Gedung Bahasa Arab UNM dan daring melalui aplikasi Zoom. Minggu, (25/10).

Kegiatan penutupan ini secara resmi ditutup oleh Pembina UKM LPM Penalaran UNM Periode 2019/2020, Fitrah A. Darmawan. Dalam sambutannya, Dia mengungkapkan harapannya kepada peserta PMP agar tetap ingin melanjutkan berproses lebih jauh di LPM Penalaran UNM, khususnya bisa maju pada tahap Orientasi Manajemen Keorganisasian (OMK).

Baca Juga Berita :  Batas Kuliah Doktor dan Magister Jadi 4 Tahun

“Penalaran itu intinya ada di proses. Saya harap kalian bisa menjalani proses dengan baik, gali ilmu sebanyak-banyaknya. Dan pada proses selanjutnya tetap semangat. Karena hasil tidak akan menghianati proses,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senada dengan itu, Ketua Umum UKM LPM Penaaran UNM, Muh Mahfud membeberkan harapannya terhadap para peserta PMP ke-23 untuk tertib melaksanakan tugas dan arahan para panitia pelaksana serta panitia pengarah maupun mentor dengan baik.

“Proses untuk selanjutnya akan lebih berat. Tapi dengan semangat dan arahan dari mentor kalian pasti bisa. Jangan pernah lelah karena orang hebat itu tidak datang dari proses yang kecil,” bebernya.

Baca Juga Berita :  Nuzul Haq Paparkan Tips Produktif Saat Pulang Kampung

Di sisi lain, Andi Nurwahida yang merupakan salah satu peserta PMP ke-23, mengaku siap melanjutkan ke tahap selanjutnya. Dia mengatakan bahwa tahap PMP saja sudah banyak ilmu baru yang didapatkan dan pada tahap-tahap lainnya.

“Terlebih di bidang penelitian. Kemudian kita terus termotivasi untuk meneliti dan menjadi peneliti, karna pemateri biasanya sangat mendorong kita yg di tahap PMP untuk tidak menyerah. Intinya bagus kak,” akunya. (*)

*Reporter: Dewan Ghiyats Yan Galistan

Berita Terkait

UNM Kembangkan Sistem Digital Terintegrasi untuk Tata Kelola Kampus
Farida Aryani Dorong Pengembangan Konseling Digital yang Inklusif di Era AI
UNM Umumkan Jadwal Pengambilan Jas Almamater Mahasiswa Baru Angkatan 2026
Guru Besar UNM Perkenalkan Teman Karier Inklusi sebagai Hasil Satu Dekade Riset
Farida Aryani Soroti Urgensi Konseling Digital bagi Kesehatan Mental Generasi Muda
Orasi Guru Besar UNM Singgung Peran Keluarga sebagai Fondasi
Jalan Sehat Meriahkan Dies Natalis Ke-65
Dekan FIP Bahas Dampak FOMO pada Generasi Digital
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:37 WITA

UNM Kembangkan Sistem Digital Terintegrasi untuk Tata Kelola Kampus

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:26 WITA

Farida Aryani Dorong Pengembangan Konseling Digital yang Inklusif di Era AI

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:23 WITA

UNM Umumkan Jadwal Pengambilan Jas Almamater Mahasiswa Baru Angkatan 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:31 WITA

Guru Besar UNM Perkenalkan Teman Karier Inklusi sebagai Hasil Satu Dekade Riset

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:27 WITA

Farida Aryani Soroti Urgensi Konseling Digital bagi Kesehatan Mental Generasi Muda

Berita Terbaru