[Esai] Perjuangan Hak yang Berujung pada Pembungkaman Demokrasi dalam Kampus.

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2020 - 13:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESIUNM.COM – Salah satu isu hangat yang tengah diperjuangkan oleh mahasiswa adalah tentang “Gratikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester depan”, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia, tak terkecuali di Universitas Negeri Makassar (UNM) sendiri. Hal pokok yang melatarbelakangi gerakan ini tak lepas dari pembacaan kondisi sekarang, yakni pandemi COVID-19. Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, tentunya kita ketahui bersama bahwasannya kegiatan-kegiatan mahasiswa maupun pelajar sedikit banyak dilakukan diluar kampus/sekolah.

Terlebih pada saat mulai diterapan work from home, social distancing dan physical distancing, sampai diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dari hasil pegkajian mahasiswa, khususnya kampus di Universitas Negeri Makassar (UNM), mereka berasumsi bahwa terdapat banyak sisa anggaran yang tidak diguakan oleh kampus karena pandemi, (baca: SulselPoint.com).
Tak hanya demikian, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2020 kemarin, “jumlah pengangguran di Indonesia mengalami kenaikan sebanyak 60 ribu orang jika dibandingkan tahun lalu, yakni 6,88 juta”.

Kabar terbaru yang diperoleh dari Kementerian Ketenagakerjaan “sekitar 2.084.593 karyawan yang dirumahkan dan diPHK dari sektor Formal akibat COVID- 19. Jika ingin dibandingkan dengan sektor informal (UMKM, Ojol, dll), yang mayoritas menyerap banyak pekerja di Indonesia (sekitar 56%), tercatat sekitar 538.385 orang yang kehilangan pekerjaan disektor tersebut”. Sedangkan dari sektor pertanian dan peternakan sendiri, tak jauh berbeda dengan sektor-sektor yang lain.

Terjadi over produksi (hasil panen yang melimpah, permintaan menurun secara drastis), tenaga kerja yang amat sulit didapatkan untuk panen dan masa tanam, dan harga yang secara drastis anjlok hingga 200%. Tak hanya itu, meskipun ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah. Namun, tak membantu menyelesaikan apa yang menjadi problem rakyat, (Baca juga: tirto.id). Dari hasil riset BEM UNM sendiri, terdapat sekitar 83% orang tua mahasiswa yang mengalami penurunan pendapatan secara signifikan.
Di Universitas Negeri Makassar (UNM) sendiri, mahasiswa beberapa kali melakukan bentuk pengawalan terhadap isu terkait, mulai dari aksi online, aksi bisu, aksi pembentangan spanduk pada gerbang dan gedun pinisi, serta terakhir aksi tuntutan, Senin (8/6/2020).

Baca Juga Berita :  Dari Proses ke Prestasi, Raih Juara Lomba Esai Sastra

Dari bentuk pengawalan yang mereka lakukan, tidak sedikit dari mereka yang mendapatkan intervensi, baik itu dilakukan oleh para pegawai staf maupun para birokrasi kampus. Terhitung sejak dilakukannya aksi bisu, pembentangan spanduk yang berujung aksi kejar-kejaran, dituding sebagai orang bayaran, dan diteriakinya mereka sebagai pencuri. Tak hanya demikian, pasca aksi terakhir, beberapa mahasiswa juga mendapat intervensi dari para pimpinan.

Ada yang diintervensi lewat “Pembimbing Akademik”, sampai pada intervensi yang dilakukan lewat orang tua mahasiswa.
Jadi perlu kiranya, yakni institut pendidikan dalam ha ini, kembali pada esensi yang seharusnya. Sebagai salah satu lembaga/wadah pencipta generasi penerus bangsa yang tidak hanya memiliki integritas, namun juga kritis. Perlu diingat, kesemuanya bukan hanya perkara kurikulum, namun juga lebih kepada bagaimana para pengelola kebijakan diinstansi pendidikan tersebut, lebih bijak, dan lebih mampu mengelola setiap bentuk dari hasil nalar kritis mahasiswa.(*)

*Penulis: Risal Apand Mahasiswa dari Jurusan Sosiologi/FIS/UNM Angkatan 2014 dan Menteri Sospol BEM UNM

Berita Terkait

UNM Kembangkan Sistem Digital Terintegrasi untuk Tata Kelola Kampus
Farida Aryani Dorong Pengembangan Konseling Digital yang Inklusif di Era AI
UNM Umumkan Jadwal Pengambilan Jas Almamater Mahasiswa Baru Angkatan 2026
Guru Besar UNM Perkenalkan Teman Karier Inklusi sebagai Hasil Satu Dekade Riset
Farida Aryani Soroti Urgensi Konseling Digital bagi Kesehatan Mental Generasi Muda
Orasi Guru Besar UNM Singgung Peran Keluarga sebagai Fondasi
Jalan Sehat Meriahkan Dies Natalis Ke-65
Dekan FIP Bahas Dampak FOMO pada Generasi Digital
Berita ini 50 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:37 WITA

UNM Kembangkan Sistem Digital Terintegrasi untuk Tata Kelola Kampus

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:26 WITA

Farida Aryani Dorong Pengembangan Konseling Digital yang Inklusif di Era AI

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:23 WITA

UNM Umumkan Jadwal Pengambilan Jas Almamater Mahasiswa Baru Angkatan 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:31 WITA

Guru Besar UNM Perkenalkan Teman Karier Inklusi sebagai Hasil Satu Dekade Riset

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:27 WITA

Farida Aryani Soroti Urgensi Konseling Digital bagi Kesehatan Mental Generasi Muda

Berita Terbaru

Suasana Pembukaan ANALISIS IX HMJ Statistika FMIPA di Ruang Rapat Lt.3 Gedung Menara FMIPA UNM, (Foto: Ist.)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Alihkan Liburan untuk Pengabdian,  HMJ Statistika Raih Apresiasi

Selasa, 4 Agu 2026 - 23:11 WITA

Potret Foto Bersama Panitia dan Peserta Peksimida 2026 (Foto: Ist).

Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum

Mahasiswa FIS-H Wakili Sulsel Peksmida Tingkat Nasional

Selasa, 4 Agu 2026 - 22:57 WITA

Ilustrasi Mahasiswa Mencatat Anggaran Bulanan, (Foto: Int.)

wiki

Kelola Uang dengan Cerdas Tanpa Mengurangi Produktivitas

Selasa, 4 Agu 2026 - 22:43 WITA

Potret Dekan FT Bersama PLt. Rektor UNM Menanam Pohon Bersama, (Foto: Ist.)

Kampus

PLt Rektor Dorong Budaya Mapaccing Sejak Mahasiswa Baru

Selasa, 4 Agu 2026 - 22:31 WITA