Dianggap Buat Kebijakan Tak Tepat, Mendikbud Akui Sering Ditegur Pemerintah

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 20 Januari 2017 - 20:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy membawakan Seminar Nasional Pendidikan di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Jumat (20/1) - (Foto: Muh. Agung Eka S - Profesi)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy membawakan Seminar Nasional Pendidikan di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Jumat (20/1) – (Foto: Muh. Agung Eka S – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia (RI), Muhadjir Effendy mengaku sering ditegur pemerintah karena membuat kebijakan yang dianggap tidak tepat di dunia pendidikan. Hal ini disampaikannya saat membawakan Seminar Nasional Pendidikan di Ruang Teater Lt. 3 Menara Pinisi, Jumat (20/1).

“Kemarin saya di buat kebijakan soal ujian nasional. Langsung ditentang oleh Wakil Presiden pak Jusuf Kalla. Moratoriumnnya langsung di tunda,”katanya.

Baca Juga Berita :  BEM FIP UNM Akan Mengabdi di Bone Melalui JJP

Padahal, menurutnya kebijakan itu sudah dikaji dan disesuaikan dengan kebutuhan dan postur sekolah yang ada di Indonesia. Bahkan, ia sering dianggap sebagai menteri yang tidak miliki tujuan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tapi kembali lagi sebagai pembantu Presiden saya harus patuh. Terpenting saya akan memberi yang terbaik untuk pendidikan Indonesia,” tambahnya

Baca Juga Berita :  Tradisi Bawa Tentengan Jadikan Nuansa Akademis Terdegradasi

Mantan Rektor Universitas Muhammadiya Malang ini berharap guru yang ada di Indonesia mesti meningkatkan kualitas. Ia juga siap menyediakan pelatihan untuk mencetak guru profesional.

“Kami selalu adakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan guru. Bahkan guru pun kita sekolahkan. Saya harap dengan ini kemampuan mereka dapat diaplikasikan kemuridnya,” harapnya. (*)


*Reporter: Resa Saputra

Berita Terkait

Tangkal Berita Hoax, Berikut Cara Kenali Dis-Misinformasi
Ikut Program Permata di UNM, Ini Kesan Mahasiswa UNNES
Founder Sejuk Jelaskan Keberagaman Dalam Perspektif HAM
Begini Sosok Abdullah Dola di Mata Keluarga
Aksi FIS Berbenah, Ini Tuntutan BEM
Cuti 10 Hari Idul Fitri, Rektor UNM Himbau Penanggung Jawab Unit Kerja Lakukan Hal ini
Rektor UNM Sebut Bukber PPs Sebagai Ajang Kunjungan Kerja
Bukalapak Sediakan Beasiswa Bagi Mahasiswa S1
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 September 2019 - 12:42 WITA

Tangkal Berita Hoax, Berikut Cara Kenali Dis-Misinformasi

Minggu, 15 September 2019 - 12:58 WITA

Ikut Program Permata di UNM, Ini Kesan Mahasiswa UNNES

Minggu, 9 September 2018 - 16:48 WITA

Founder Sejuk Jelaskan Keberagaman Dalam Perspektif HAM

Jumat, 31 Agustus 2018 - 20:09 WITA

Begini Sosok Abdullah Dola di Mata Keluarga

Senin, 13 Agustus 2018 - 20:11 WITA

Aksi FIS Berbenah, Ini Tuntutan BEM

Berita Terbaru

Potret Sambutan Dekan FIS-H Pada Acara Ramah Tamah Wisuda, (Foto :Muh Apdal Adriansyah)

Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum

Dekan FIS-H Paparkan Capaian Akademik Wisudawan pada Ramah Tamah Periode Juni 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 00:24 WITA

Potret Plt Rektor Menyampaikan Sambutan, (Foto: Int.)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Plt Rektor Resmikan Bank Sampah Unit FMIPA

Kamis, 11 Jun 2026 - 00:15 WITA

Potret Sambutan Plt Rektor dalam Ramah Tamah Wisuda FBS UNM, (Foto: Nur Hafizhah)

Fakultas Bahasa dan Sastra

Plt Rektor Apresiasi Inovasi FBS Pada Ramah Tamah Periode Juni 2026

Rabu, 10 Jun 2026 - 23:52 WITA

Potret Sambutan Plt Rektor dalam Ramah Tamah Wisuda FIS-H UNM, (Foto: Muh Apdal Adriansyah)

Ramah Tamah

Plt Rektor UNM Apresiasi Capaian Akademik Wisudawan FIS-H

Rabu, 10 Jun 2026 - 23:45 WITA