PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) UNM gelar Latihan Kepemimpinan II (LK II) pada 5–7 Desember 2025. Sebanyak 33 peserta dari berbagai lembaga kemahasiswaan terlibat dalam rangkaian pelatihan yang mendorong penguatan kapasitas kepemimpinan mahasiswa.
LK II hadir sebagai ruang pengembangan diri yang tidak hanya mengajarkan teknik mengelola organisasi, tetapi juga membangun kesadaran peran mahasiswa dalam perubahan sosial. Panitia menyebut kegiatan ini sebagai wadah untuk mencetak pemimpin yang mampu menavigasi dinamika zaman.
Presiden BEM FEB UNM, Aryo Noval Lapasau, menegaskan tujuan besar pelatihan tersebut. “LK II bukan sekadar agenda formal, Kami ingin kader memahami bahwa kepemimpinan menuntut keberanian membaca realitas dan menawarkan solusi,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama forum berlangsung, peserta mengikuti materi isu strategis, simulasi kepemimpinan, studi kasus sosial, hingga diskusi kelompok. Aryo menjelaskan bahwa sesi tersebut memberi kesempatan peserta mengolah cara berpikir mereka.
“Kami sengaja memberikan ruang analisis dan praktik agar para peserta bisa merasakan langsung bagaimana seorang pemimpin mengambil keputusan,” katanya.
Pada akhir kegiatan, peserta merumuskan proyek kelompok sebagai output kegiatan. Rumusan itu memuat gagasan, solusi, atau rekomendasi berbasis hasil diskusi dan pembelajaran selama pelatihan. Aryo menilai proses ini menjadi cerminan kedewasaan berpikir peserta.
“Hasil rumusan itu menunjukkan sejauh mana pemahaman, sikap, dan keterampilan mereka berkembang. Itu bukti bahwa mereka tidak hanya hadir sebagai pelajar, tetapi sebagai calon pemimpin,” lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, Aryo menegaskan komitmennya untuk melahirkan kepemimpinan transformatif di FEB UNM. “Kami ingin kader pulang dari LK II dengan kesadaran baru bahwa pemimpin hadir untuk bekerja, berpikir, dan melayani,” tutupnya.(*)
*Reporter: Yusri Saputra







