PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Makassar (UNM), Nanda Kurniati, berhasil meraih Juara I dalam Lomba Video Opini yang diselenggarakan sebagai rangkaian perayaan Hari Lahir (Harlah) emas LPM Profesi UNM.
Nanda mengaku tidak menyangka videonya berhasil menjadi karya terbaik di antara banyak peserta yang mengikuti kompetisi tersebut. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus memotivasi dirinya untuk terus berkarya.
“Saya senang sekali. Dari banyaknya video yang bagus, tidak menyangka video saya bisa terpilih menjadi juara pertama,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di balik videonya, Nanda mengungkapkan proses kreatif yang tidak singkat. Ia membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk menyusun konsep sekaligus melakukan pengambilan gambar. Bahkan, ia mengajak beberapa rekannya untuk ikut tampil agar alur video lebih menarik dan tidak monoton.
Menurutnya, ide utama video berangkat dari pengalaman pribadi saat mengerjakan tugas akhir semester pada mata kuliah Karya Tulis Ilmiah (KTI). Saat itu, dosennya menegur penggunaan AI dalam penyusunan kalimat meskipun gagasan yang ditulis merupakan hasil pemikirannya sendiri. Pengalaman tersebut kemudian menjadi titik awal lahirnya tema “AI Makin Gesit, Nalar Makin Sempit.”
“Saya melihat tema lombanya tentang bagaimana mahasiswa berdampingan dengan AI. Saya langsung teringat pengalaman saat tugas KTI. Dosen saya meminta saya jujur dalam menulis tanpa harus bergantung pada AI. Dari situ saya tertarik mengangkat tema ‘AI Makin Gesit, Nalar Makin Sempit’,” jelasnya.
Dalam videonya, Nanda juga menghadirkan sejumlah adegan parodi yang menggambarkan mahasiswa yang selalu mengandalkan AI dalam berbagai aktivitas akademik. Unsur humor tersebut sengaja dimasukkan agar penonton tetap bertahan menyaksikan video hingga selesai tanpa mengurangi pesan utama yang ingin disampaikan.
“Saya sengaja menambahkan unsur humor saat parodi supaya audiens tetap menonton sampai akhir. Kalau isinya hanya penjelasan terus-menerus, saya khawatir pesannya tidak tersampaikan karena videonya dilewati,” katanya.
Menutup wawancaranya, Nanda berharap lomba video opini yang diselenggarakan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Semoga setelah diadakannya lomba ini semakin banyak teman-teman mahasiswa yang sadar kalau AI itu sekadar alat bantu, bukan pengganti manusia untuk berpikir.”
Nanda juga menyampaikan harapan untuk LPM Profesi UNM agar trus mewadahi dan terus menyampaikan fakta lewat beritanya.
“Harapan saya juga untuk LPM PROFESI, semoga selalu menjadi wadah yang berintegritas bagi universitas dalam menyampaikan berbagai fakta dan berita kepada khalayak,” tutupnya.
*Reporter: M. Zaky Asryan. A







