PROFESI-UNM.COM – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan aksi tuntutan penuntasan problematika internal kampus di depan Gerbang Menara Gedung Pinisi, Jl. A. P. Pettarani, Senin (19/1).
Aguswandi selaku jenderal lapangan menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan dan keresahan mahasiswa FIKK terhadap kinerja pimpinan tertinggi UNM. Hal itu ternilai tidak becus dalam mengawal persoalan internal kampus.
”Saya hadir membawa daripada aliansi mahasiswa FIKK dari bentuk daripada kekecewaan dan keresahan mahasiswa FIKK. Karena kinerja-kinerja daripada pimpinan tertinggi UNM itu tidak becus dalam mengawal problematika internal yang ada di unm.” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Aguswandi menyebutkan bahwa terdapat empat tuntutan utama yang dalam aksi tersebut, yaitu melakukan evaluasi kinerja pimpinan UNM, menghadirkan kembali LK Fakultas FIKK UNM yang dibekukan, memperjelas peninjauan dan penetapan UKT, dan terakhir adalah segera menerbitkan ijazah alumni UNM.
Ia menyoroti ketidakadilan dalam peninjauan UKT. Menurutnya, masih terdapat mahasiswa dari keluarga kurang mampu, bahkan ada yang orang tuanya meninggal, namun tidak mendapatkan penurunan UKT.
“Karena kalau kita berbicara tentang peninjauan UKT pada hari ini, itu sebenarnya harus ditetapkan secara legalitas yang baik, karena adanya sekarang orang orang yang tidak mampu, maupun tidak mampu itu didapatkan penurunan UKT semacam ada orang tuanya PNS tapi bisa dapat penurunan UKT, bagaimana dengan kawan-kawan yang ekonominya sulit, bahkan orang tuanya meninggal tapi tidak diturunkan UKT-nya,” tambahnya.
Aguswandi berharap agar seluruh tuntutan dapat terpenuhi karena tuntutan tersebut adalah tuntuan yang mempunyai fakta dan data yang jelas.
”Harapan Kawan Kawan hari ini, kami meminta terhadap pimpinan tertinggi untuk memenuhi segala tuntutan kami karena jelas. Tuntunan pada hari ini kita bawa itu adalah tuntutan yang benar benar kita mempunyai data maupun kami telah memberikan fakta dan konsolidasi nya.” ujarnya.
Terakhir, Ia meminta agar pimpinan universitas segera mengevaluasi kinerja seluruh jajaran pimpinan tertinggi UNM serta mempercepat proses pemilihan dekan di FIKK. Hal itu karena masa jabatan dekan sudah melampaui masa jabatannya hingga berdampak pada tidak adanya BEM di FIKK.
”Maka kami meminta kepada rektor itu juga untuk tersegerakan melakukan pemilihan dekan FIKK. Karena sudah jelas sudah melalui dan sudah melampaui daripada jabatan dekan itu sendiri. Karena pada hari ini tidak ada bem di FIKK karena mungkin masih bentuk dari pada pembekukannya kemarin.”(*)
*Reporter: Alyani Fajrina Nursyabri
*Editor: Nur Mardatillah







