PROFESI-UNM.COM – Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Farida Aryani, memperkenalkan inovasi Teman Karier Inklusi sebagai puncak perjalanan riset yang telah Ia kembangkan selama hampir satu dekade. Inovasi tersebut Ia paparkan dalam orasi ilmiah pada Sidang Terbuka Pengukuhan Profesor UNM, Rabu (29/7).
Farida menjelaskan bahwa Teman Karir Inklusi merupakan ekosistem konseling digital yang bertujuan untuk membantu generasi muda mengenali potensi diri, memperkuat keyakinan terhadap kemampuan, serta membangun karier yang lebih bermakna.
“Karier yang bermakna lahir ketika seseorang mengenali dirinya, percaya pada kemampuannya, dan terus merawat makna dalam hidupnya,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pengembangannya, Farida menggabungkan berbagai teori, seperti Teori Holland (RIASEC), Social Cognitive Career Theory, dan Psychological Capital. Menurutnya, ketiga pendekatan tersebut menjadi dasar dalam membantu mahasiswa menentukan arah karier sesuai minat, kemampuan, dan kondisi psikologisnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa perjalanan riset tersebut mulai sejak 2016 melalui penelitian mengenai stres belajar. Penelitian itu kemudian berkembang menjadi berbagai kajian mengenai kesejahteraan psikologis, e-peminatan, e-kompetensi, hingga pengembangan aplikasi berbasis karier.
“Seluruh temuan ini bermuara pada Teman Karir Inklusi yang terakhir risetnya saya kembangkan. Kini aplikasi tersebut digunakan oleh kementerian dan memperkuat program pemerintah, yaitu 7 Jurusan BK Hebat,” ungkapnya.
Melalui inovasi tersebut, Farida berharap layanan bimbingan karier dapat semakin inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
“Saya berharap inovasi ini dapat menjangkau generasi muda tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas,” harapnya. (*)
*Reporter: Nur Mardatillah







