Guru Besar UNM Perkenalkan Teman Karier Inklusi sebagai Hasil Satu Dekade Riset

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Farida Aryani pada saat Memaparkan Orasi Ilmiahnya, (Foto: Int.)

Potret Farida Aryani pada saat Memaparkan Orasi Ilmiahnya, (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COM – Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Farida Aryani, memperkenalkan inovasi Teman Karier Inklusi sebagai puncak perjalanan riset yang telah Ia kembangkan selama hampir satu dekade. Inovasi tersebut Ia paparkan dalam orasi ilmiah pada Sidang Terbuka Pengukuhan Profesor UNM, Rabu (29/7).

Farida menjelaskan bahwa Teman Karir Inklusi merupakan ekosistem konseling digital yang bertujuan untuk membantu generasi muda mengenali potensi diri, memperkuat keyakinan terhadap kemampuan, serta membangun karier yang lebih bermakna.

“Karier yang bermakna lahir ketika seseorang mengenali dirinya, percaya pada kemampuannya, dan terus merawat makna dalam hidupnya,” ujarnya.

Dalam pengembangannya, Farida menggabungkan berbagai teori, seperti Teori Holland (RIASEC), Social Cognitive Career Theory, dan Psychological Capital. Menurutnya, ketiga pendekatan tersebut menjadi dasar dalam membantu mahasiswa menentukan arah karier sesuai minat, kemampuan, dan kondisi psikologisnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa perjalanan riset tersebut mulai sejak 2016 melalui penelitian mengenai stres belajar. Penelitian itu kemudian berkembang menjadi berbagai kajian mengenai kesejahteraan psikologis, e-peminatan, e-kompetensi, hingga pengembangan aplikasi berbasis karier.

Baca Juga Berita :  Rektor UNM Akui Adakan Kerjasama dengan Akper Anging Mammiri

“Seluruh temuan ini bermuara pada Teman Karir Inklusi yang terakhir risetnya saya kembangkan. Kini aplikasi tersebut digunakan oleh kementerian dan memperkuat program pemerintah, yaitu 7 Jurusan BK Hebat,” ungkapnya.

Melalui inovasi tersebut, Farida berharap layanan bimbingan karier dapat semakin inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

“Saya berharap inovasi ini dapat menjangkau generasi muda tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas,” harapnya. (*)

*Reporter: Nur Mardatillah

Berita Terkait

Farida Aryani Dorong Pengembangan Konseling Digital yang Inklusif di Era AI
UNM Umumkan Jadwal Pengambilan Jas Almamater Mahasiswa Baru Angkatan 2026
Farida Aryani Soroti Urgensi Konseling Digital bagi Kesehatan Mental Generasi Muda
Orasi Guru Besar UNM Singgung Peran Keluarga sebagai Fondasi
Jalan Sehat Meriahkan Dies Natalis Ke-65
Dekan FIP Bahas Dampak FOMO pada Generasi Digital
UNM Kukuhkan Enam Guru Besar dalam Rangkaian Dies Natalis ke-65
HMJ Kimia Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi Melalui BIM 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:26 WITA

Farida Aryani Dorong Pengembangan Konseling Digital yang Inklusif di Era AI

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:23 WITA

UNM Umumkan Jadwal Pengambilan Jas Almamater Mahasiswa Baru Angkatan 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:31 WITA

Guru Besar UNM Perkenalkan Teman Karier Inklusi sebagai Hasil Satu Dekade Riset

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:27 WITA

Farida Aryani Soroti Urgensi Konseling Digital bagi Kesehatan Mental Generasi Muda

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:17 WITA

Orasi Guru Besar UNM Singgung Peran Keluarga sebagai Fondasi

Berita Terbaru

Foto Suasana saat Pertandingan Final Match ICE Sport MLBB Cup, (Foto: Ist.)

Fakultas Teknik

MLBB ICE Sport 2026 Rampung, Juara Bertahan Kembali Sabet Gelar Juara 1

Jumat, 31 Jul 2026 - 17:23 WITA

Foto bersama saat pelaksaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat FMIPA UNM, (Foto: Ist.)

Kampusiana

Edukasi Minat Bakat, Dosen FMIPA Gelar PKM di MA Ummul Mukminin

Kamis, 30 Jul 2026 - 19:00 WITA