PROFESI-UNM.COM – Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Farida Aryani, memperkenalkan inovasi Teman Karir Inklusi dalam orasi ilmiahnya saat dikukuhkan sebagai Guru Besar. Pengukuhan berlangsung di Ruang Teater Menara Pinisi UNM, Rabu (29/7).
Dalam pidatonya yang berjudul From Screen to Soul: Membangun Kesehatan Mental dan Career Well-being Generasi Muda Melalui Konseling Digital, Farida menyampaikan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menunjukkan satu dari tujuh remaja usia 10 hingga 19 tahun di dunia mengalami gangguan kesehatan mental.
“World Health Organization melaporkan bahwa satu dari tujuh remaja usia 10 hingga 19 tahun di dunia mengalami gangguan kesehatan mental. Angka ini bukan sekadar statistik, angka ini adalah alasan mengapa saya berdiri di sini hari ini,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kedekatan generasi muda dengan teknologi belum tentu sejalan dengan kedekatan terhadap diri sendiri. Karena itu, Ia menilai konseling digital perlu adanya pengembangan sebagai ekosistem yang memadukan teknologi. Selain itu, juga kesehatan mental, pengembangan karier, dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Konseling tersebut perlu kita kembangkan sebagai ekosistem yang memadukan teknologi, kesehatan mental, karier, dan nilai kemanusiaan dengan esensi kemanusiaan tetap menjadi prioritas,” jelasnya.
Farida juga menegaskan bahwa kesehatan mental dan pengembangan karier merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Oleh sebab itu, layanan konseling yang mudah menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda. Hal tersebut agar mereka mampu menghadapi perubahan zaman sekaligus menentukan masa depan secara lebih baik.
“Karena itu, saya meyakini konseling digital bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperkecil jarak antara masalah dan pertolongan,” tegas Farida. (*)
*Reporter: Nur Mardatillah







