PROFESI-UNM.COM – Padatnya jadwal perkuliahan, tugas yang terus berdatangan, hingga berbagai aktivitas organisasi membuat mahasiswa rentan mengalami stres. Di tengah kondisi tersebut, membaca buku menjadi salah satu alternatif yang dapat membantu menjaga ketenangan pikiran sekaligus meningkatkan kualitas belajar.
Membaca buku tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperoleh informasi, tetapi juga menjadi aktivitas yang mampu memberikan waktu bagi otak untuk beristirahat dari tekanan akademik. Dengan memilih bacaan yang sesuai minat, mahasiswa dapat menikmati proses membaca tanpa merasa terbebani.
Beragam jenis buku, seperti novel, biografi, buku pengembangan diri, maupun literatur ilmiah populer, dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang. Kebiasaan ini dinilai mampu meningkatkan konsentrasi, memperluas wawasan, serta membantu mahasiswa kembali fokus setelah menjalani aktivitas yang padat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan mental, membaca juga berkontribusi dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memperkaya kosakata, dan meningkatkan kemampuan komunikasi. Keterampilan tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik maupun dunia kerja.
Meski demikian, membangun kebiasaan membaca memerlukan komitmen dan pengelolaan waktu yang baik. Mahasiswa dapat memulai dengan menyediakan waktu 15 hingga 30 menit setiap hari untuk membaca secara konsisten.
Dengan menjadikan membaca sebagai bagian dari rutinitas, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki cara sederhana untuk mengurangi stres. Kebiasaan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan kesehatan mental sehingga proses belajar dapat berlangsung lebih optimal. (*)
*Reporter: Muhammad Rusman







