PROFESI-UNM.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Farida Patittingi, menegaskan komitmen universitas dalam menyelenggarakan Seleksi Mandiri Tahun Akademik 2026 secara transparan, profesional, dan berintegritas. Penegasan tersebut disampaikan usai meninjau pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) Tes Potensi Akademik Seleksi Mandiri Penerimaan Mahasiswa Baru. Kemudian dilanjutkan dengan konferensi pers di Lantai 16 Menara Pinisi UNM, Rabu (1/7).
Farida Patittingi menjelaskan bahwa Seleksi Mandiri merupakan tahapan terakhir dalam proses penerimaan mahasiswa baru setelah jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 5.351 calon mahasiswa mengikuti Seleksi Mandiri untuk memperebutkan 2.636 kuota yang disediakan UNM.
“Seleksi Mandiri merupakan kesempatan terakhir bagi calon mahasiswa untuk bergabung di Universitas Negeri Makassar. Karena itu, kami berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan secara transparan, profesional, dan berintegritas,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Farida, tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap UNM sebagai salah satu perguruan tinggi negeri tujuan di Indonesia Timur. Ia menilai persaingan pada jalur mandiri tahun ini berlangsung cukup ketat mengingat jumlah peserta mencapai 5.351. Sedangkan kuota yang tersedia sebanyak 2.636 atau sekitar 22,43 persen dari total daya tampung mahasiswa baru UNM Tahun Akademik 2026.
Plt Rektor Tekankan Transparansi dan Integritas
Lebih lanjut Plt Rektor UNM menegaskan bahwa seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama dalam mengikuti proses seleksi. Menurutnya, UNM tidak memberikan perlakuan khusus kepada peserta mana pun dan seluruh proses penilaian dilakukan berdasarkan hasil seleksi yang objektif.
“Tidak ada perlakuan khusus bagi peserta tertentu. Semua mengikuti mekanisme yang sama dan penilainnya berdasarkan hasil seleksi yang objektif,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ujian, UNM menyiapkan 15 lokasi ujian dengan 48 ruang ujian yang sudah ada 1.092 unit komputer pada setiap sesi. Selain menyiapkan sarana dan prasarana, universitas juga menerjunkan pengawas umum, pengawas lokasi, pengawas ruangan, teknisi informasi dan teknologi, serta pengawas khusus bagi peserta berkebutuhan khusus.
Farida mengatakan seluruh panitia telah mendapat bekal pedoman pelaksanaan agar proses seleksi berlangsung tertib, aman, dan bebas dari praktik kecurangan. Ia meminta seluruh pengawas menjalankan tugas secara disiplin, objektif, dan teliti demi menjaga kualitas pelaksanaan seleksi.
“Kami meminta seluruh pengawas bekerja secara disiplin, objektif, dan teliti agar kualitas pelaksanaan seleksi tetap terjaga,” ujarnya.
Selain memastikan proses seleksi berjalan lancar, UNM juga memberikan perhatian terhadap pelayanan yang inklusif dengan menyediakan pendampingan bagi peserta berkebutuhan khusus. Menurut Farida, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh calon mahasiswa.
Ia juga menegaskan bahwa UNM tidak memberikan ruang terhadap segala bentuk pelanggaran maupun intervensi yang dapat mencederai kredibilitas proses Seleksi Mandiri.
“Integritas menjadi prinsip utama. Kami ingin memastikan seluruh tahapan berjalan jujur, adil, dan akuntabel sehingga hasil seleksi benar-benar mencerminkan kemampuan peserta,” tegasnya. (*)
*Reporter: Yusri Saputra







