PROFESI-UNM.COM — Tim dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) internasional. Kegiatan ini berlangsung di Sanggar Bimbingan Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.
Tema kegiatan ini yaitu “Career-CQ Bridge: Penguatan Cultural Intelligence untuk Meningkatkan Career Literacy dan Future Prospects Anak Stateless di Sanggar Belajar Klang Malaysia”. Program ini menyasar anak-anak keturunan Indonesia yang berstatus stateless, undocumented, maupun yang berisiko kehilangan status kewarganegaraan.
Ketua tim PKM, Suciani Latif, menjelaskan bahwa penguatan cultural intelligence menjadi aspek penting dalam mendukung kemampuan adaptasi anak-anak di lingkungan multibudaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anak-anak tidak hanya membutuhkan akses belajar, tetapi juga kemampuan memahami lingkungan sosialnya dan keberanian untuk merancang masa depan mereka. Melalui Career-CQ Bridge, kami ingin membantu mereka membangun harapan, kesiapan diri, dan keterampilan hidup yang lebih adaptif,” ujarnya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa integrasi antara cultural intelligence. Juga, literasi karier menjadi dasar dalam membantu anak membangun arah masa depan yang lebih jelas.
“Melalui Career-CQ Bridge, kami ingin membantu mereka membangun harapan, kesiapan diri, dan keterampilan hidup yang lebih adaptif,” jelasnya.
Program ini juga menghadirkan Career-CQ Bridge Kit yang diberikan kepada pengelola sanggar sebagai upaya keberlanjutan program, yang berisi modul pembelajaran, lembar kerja, hingga instrumen evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri.
Terakhir, tim pengabdian FIP UNM berharap program ini dapat menjadi model layanan pengembangan diri dan karier berkelanjutan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia, sekaligus bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan kelompok rentan lintas negara melalui pendekatan multikultural. (*)
*Reporter: Nurul Adhani Ilham







