PROFESI-UNM.COM – Umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, kini tengah bersiap menyambut Iduladha yang juga akrab disapa dengan Hari Raya Kurban. Momentum tahunan yang diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriah ini tidak hanya sekadar ritual ibadah keagamaan semata.
Lebih dari itu, Idul Adha mengusung nilai sosial kemasyarakatan. Melalui tradisi penyembelihan dan pembagian daging kurban, diharapkan terbagi secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Esensi utama dari perayaan ini adalah mengenang kembali kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengenai keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan kepada Tuhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nilai-nilai historis tersebut kemudian diimplementasikan oleh masyarakat modern dalam bentuk kepedulian sosial, mereka yang memiliki kemampuan finansial membeli hewan ternak untuk disembelih dan dibagikan sebagai simbol berbagi kesejahteraan.
Kriteria Hewan Menjelang Iduladha
Bagi masyarakat yang berniat menunaikan ibadah kurban, terdapat beberapa ketentuan syariat dan teknis penting agar hewan kurban dinyatakan sah. Hewan yang dikurbankan harus termasuk dalam kategori hewan ternak berkaki empat, seperti sapi, kambing, domba, kerbau, atau unta.
Selain jenisnya, faktor usia juga menjadi syarat utama, di mana kambing minimal harus berusia satu tahun, domba berusia enam bulan, dan sapi atau kerbau harus telah memasuki usia minimal dua tahun. Kondisi fisik hewan juga wajib dipastikan sehat, tidak cacat seperti pincang atau buta, serta terbebas dari penyakit menular.
Di sisi lain, dinamika pasar dan stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Iduladha selalu menjadi perhatian penting bagi publik. Pemerintah melalui instansi terkait biasanya mulai memperketat pengawasan stok pangan di berbagai pasar tradisional.
Fluktuasi harga pada komoditas seperti bumbu dapur, cabai, bawang, dan minyak goreng kerap terjadi akibat lonjakan permintaan konsumsi rumah tangga yang tinggi selama hari raya berlangsung.
Melalui koordinasi yang matang antara panitia kurban, dinas peternakan yang memeriksa kesehatan hewan, serta dinas perdagangan yang memantau stabilitas pasar, perayaan Iduladha dapat berjalan lancar.
Dengan demikian, momentum suci ini tidak hanya meningkatkan nilai spiritual individu, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)
*Reporter: Hafid Budiawan







