PROFESI-UNM.COM – Aparat melakukan penyisiran di kawasan Universitas Negeri Makassar (UNM), usai adanya penutupan jalan oleh orang tak dikenal (OTK) di sekitar kampus setelah aksi mahasiswa dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Pertigaan Alauddin Pettarani, pada Sabtu (2/5).
Kepala UPT Keamanan UNM, Dahlan, mengungkapkan bahwa kegiatan mahasiswa yang berlangsung sejak siang hari telah selesai secara tertib. Massa aksi yang terlibat dalam agenda tersebut, menurutnya, memilih meninggalkan lokasi setelah adanya kesepakatan bersama.
“Yang resmi itu selesai saat magrib. Banyak yang tidak mau melanjutkan, sehingga mereka memilih meninggalkan lokasi,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut Dahlan menjelaskan, setelah massa utama membubarkan diri, muncul sekitar 15 orang tak dikenal melakukan tindakan berbeda. Seperti menutup Jalan Pendidikan Raya dan mematikan lampu di sekitar lokasi. Kelompok ini disebut bergerak dalam kondisi gelap dan menggunakan penutup wajah, sehingga sulit dikenali.
“Yang aneh itu yang tersisa sekitar 15 orang. Mereka yang menutup jalan dan mematikan lampu. Itu yang kami anggap tidak beres,” jelasnya.
Puluhan Aparat Sisir UNM Usai Aksi Lanjutan OTK di Sekitar Kampus
Ia menegaskan bahwa tidak dapat kita pastikan identitas kelompok tersebut, apakah merupakan bagian dari mahasiswa UNM atau bukan. Namun, ia menilai pola gerakan mereka menunjukkan pemahaman terhadap situasi dan titik-titik strategis di sekitar kampus.
“Kami tidak bisa memastikan mereka mahasiswa atau bukan. Tapi mereka tahu betul lokasi, termasuk panel listrik. Ini bukan kejadian pertama,” tambahnya.
Meski sempat terjadi pemalangan jalan, Dahlan memastikan tidak ada bentrokan fisik dalam peristiwa tersebut. Tidak ada aksi saling lempar maupun perlawanan terhadap aparat atau masyarakat.
“Tidak ada kericuhan dalam bentuk bentrokan. Mereka hanya menutup jalan dan mematikan lampu,” tegasnya.
Ia juga menyoroti adanya indikasi pihak tertentu yang berupaya mengganggu dinamika gerakan mahasiswa dan merusak citra kampus. Menurutnya, pola kemunculan kelompok kecil tersebut kerap berulang dalam beberapa momentum.
“Ada kelompok yang memang ingin mengacaukan dan merusak citra. Ini yang harus diwaspadai,” katanya.
Sebagai langkah ke depan, pihak keamanan UNM berencana meningkatkan upaya preventif melalui pendekatan kepada mahasiswa, khususnya pengurus lembaga, agar menjaga nama baik kampus dan memastikan setiap aktivitas berjalan secara tertib.
“Kami akan terus melakukan sosialisasi agar adik-adik mahasiswa menjaga kampus ini sebagai rumah bersama,” tutupnya.(*)
*Reporter: Yusri Saputra







