PROFESI-UNM.COM — Puluhan oknum kepolisian yang diduga berasal dari Polda Sulawesi Selatan secara tiba-tiba mendatangi agenda konsolidasi Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat Kamri, Jalan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Kamis (30/04) dini hari.
Berdasarkan kronologi kejadian, sekitar pukul 00.10 WITA, puluhan aparat kepolisian datang dan langsung memasuki ruang konsolidasi. Mereka disebut melakukan dokumentasi tanpa izin dari peserta yang tengah mengikuti agenda tersebut.
Salah satu pimpinan dari rombongan aparat menyampaikan bahwa kehadiran mereka bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Namun, dalam kesempatan itu, Ia juga meminta agar agenda konsolidasi dipercepat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya kasi batas waktu, harus dipercepat konsolidasinya,” ujar salah satu oknum aparat di lokasi.
Kehadiran aparat tersebut memicu reaksi dari peserta konsolidasi. Perdebatan pun tak terhindarkan ketika peserta mempertanyakan tindakan aparat yang masuk tanpa izin ke ruang diskusi internal.
Perdebatan berlangsung sekitar tiga menit, namun peserta tetap bersikeras melanjutkan agenda konsolidasi hingga selesai.
Salah satu peserta konsolidasi, Muammar Ash Shofi Al Jufri, menilai kehadiran aparat tersebut sebagai bentuk intervensi terhadap ruang gerak sipil.
“Kehadiran aparat di ruang konsolidasi tanpa izin adalah bentuk intervensi yang tidak bisa dibenarkan. Ini bukan hanya soal prosedur, tapi juga menyangkut kebebasan kami dalam menyampaikan pendapat dan berkumpul,” ujar Muammar.
Ia juga menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak akan mengurungkan langkah ARM untuk tetap turun aksi pada peringatan May Day.
“Intervensi seperti ini tidak akan menghentikan kami. Kami tetap akan turun ke jalan pada May Day sebagai bentuk perjuangan menyuarakan hak-hak rakyat,” tegasnya.
Seusai konsolidasi, Aliansi Rakyat Menggugat menyatakan sikap untuk tetap melaksanakan aksi unjuk rasa pada May Day, meski diwarnai insiden kedatangan aparat tersebut. (*)
*Reporter: Yusri Saputra






